Indonesia terletak di antara pertemuan lempeng yang membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan ratusan gunung aktif di dunia. Gunung Semeru merupakan salah satu gunung aktif bertipe-A yang kerap meletus. Gunung ini terletak di Jawa Timur yang merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di Indonesia. Abu vulkanik dari letusan gunung api dapat menyebabkan masalah kesehatan, masalah transportasi, serta kerusakan vegetasi. Oleh karena itu, diperlukan adanya identifikasi mengenai sebaran abu vulkanik untuk memberikan informasi kepada masyarakat maupun pihak terkait. Dalam tulisan ini, identifikasi sebaran abu vulkanik dilakukan pada kejadian erupsi Gunung Semeru tanggal 04 Desember 2021 dan 05 Januari 2022 menggunakan dua metode berbeda, yaitu split window dan multispectral infrared. Selain itu, juga disandingkan informasi mengenai sebaran abu vulkanik dari website iWISH Departemen Perhubungan dan informasi letusan dari PVMBG. Hasil menunjukkan bahwa pada penelitian kali ini, metode multispectral infrared memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan metode split window karena dapat mengidentifikasi sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Semeru tanggal 04 Desember 2021 dan 05 Januari 2022. Sedangkan, metode split window tidak dapat mendeteksi sebaran abu vulkanik pada kejadian erupsi Gunung Semeru tanggal 05 Januari 2022.
Copyrights © 2025