Ideologi Good Wife, Wise Mother (Ryousai Kenbo) yang muncul sejak era Meiji masih beroperasi dalam masyarakat Jepang modern dan membentuk konstruksi gender yang masih ada hingga saat ini. Artikel ini mengkaji tentang penggambaran ideologi tersebut dalam novel Subete Mayonaka no Koibitotachi karya Mieko Kawakami serta bentuk resistensi yang ditampilkan oleh tokoh-tokoh perempuannya. Penelitian ini menggunakan teori performativitas gender Judith Butler untuk menganalisis bagaimana gender dikonstruksi melalui pengulangan norma sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data primer berupa dialog dan narasi novel serta data sekunder dari kajian sosial, gender, dan studi Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi Good Wife, Wise Mother masih hadir melalui ekspektasi sosial terhadap perempuan, konstruksi kebahagiaan, relasi gender yang timpang di dunia kerja, dan misogini yang terinternalisasi. Namun, melalui tokoh Fuyuko dan Hijiri, novel ini menampilkan resistensi terhadap konstruksi tersebut melalui penolakan pernikahan, kemandirian ekonomi, dan praktik feminitas di luar standar normatif. Penelitian ini berkontribusi dengan memperkaya kajian sastra Jepang kontemporer melalui pembacaan gender yang menegaskan relevansi ideologi Good Wife, Wise Mother dalam lingkup modern serta menunjukkan sastra sebagai ruang kritik dan negosiasi terhadap norma gender yang hegemonik.
Copyrights © 2026