Penelitian ini membahas konstruksi metodologi ilmu yang ditawarkan oleh Mohammad Abed al-Jabiri dalam kerangka kritiknya terhadap nalar Arab dan hubungannya dengan cara pandang epistemologis di dunia Islam dan Barat. Al-Jabiri mengajukan tiga tipologi epistemologi bayani, irfani dan burhani sebagai perangkat analitis untuk menilai dinamika perkembangan intelektual Arab-Islam. Melalui pendekatan hermeneutis-kritis, penelitian ini menelaah bagaimana epistemologi bayani berakar pada teks dan otoritas bahasa, epistemologi irfani berlandaskan intuisi dan pengalaman spiritual, sedangkan epistemologi burhani mengedepankan rasionalitas demonstratif ala tradisi filsafat dan sains. Kajian ini menegaskan bahwa kritik epistemologis al-Jabiri tidak sekadar bersifat deskriptif, melainkan menawarkan model rekonstruksi nalar Arab agar lebih kompatibel dengan metode ilmiah modern tanpa menanggalkan identitas kulturalnya. Dengan demikian, penelitian ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai relevansi kerangka epistemologi al-Jabiri dalam upaya pembaruan pemikiran Islam kontemporer.
Copyrights © 2026