Fenomena coffee shop saat ini tidak hanya berkaitan dengan aktivitas konsumsi kopi, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari gaya hidup dan budaya populer di kalangan mahasiswa. Coffee shop dimanfaatkan sebagai ruang sosial, ruang akademik, hingga sarana ekspresi diri yang berkaitan dengan identitas sosial mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mahasiswa Universitas Riau mengonstruksi perilaku konsumsi di coffee shop melalui habitus dan budaya populer, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi mahasiswa di Norma Coffee. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian fenomenologi dan dianalisis menggunakan teori habitus Pierre Bourdieu. Informan dalam penelitian ini berjumlah tujuh orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumsi mahasiswa terbentuk melalui proses internalisasi kebiasaan yang berlangsung secara berulang hingga menjadi habitus dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa. Aktivitas mengunjungi coffee shop telah menjadi bagian dari budaya populer mahasiswa yang diperkuat oleh pengaruh lingkungan sosial, media sosial, tren, dan kebutuhan eksistensi diri. Selain itu, coffee shop dimaknai tidak hanya sebagai tempat konsumsi, tetapi juga sebagai ruang akademik, ruang sosial, ruang relaksasi, serta ruang representasi identitas mahasiswa. Penelitian ini juga menemukan bahwa perilaku konsumsi mahasiswa dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial dan gaya hidup, serta faktor tempat dan preferensi seperti kenyamanan, fasilitas, lokasi, dan suasana coffee shop. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku konsumsi mahasiswa di coffee shop merupakan praktik sosial yang terbentuk melalui interaksi antara habitus, budaya populer, dan kondisi sosial mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2026