Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat pada siswa kelas 4 SD Negeri 3 Kedungsuren, Kabupaten Kendal. Kebiasaan ini meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat yang sangat penting untuk perkembangan holistik siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan 23 siswa kelas 4, wali kelas, guru olahraga, serta angket yang diisi oleh 23 orang tua siswa. Analisis deskriptif diterapkan untuk menyajikan gambaran komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang positif pada kebiasaan bangun pagi, berolahraga, dan gemar belajar, ditandai oleh antusiasme dan partisipasi aktif siswa. Namun, kebiasaan beribadah yang khusyuk, makan sehat dan bergizi, bermasyarakat, dan tidur cepat masih memerlukan penguatan. Faktor penghambat meliputi kurangnya pemahaman spiritual, ketersediaan makanan tidak sehat di kantin, minimnya kepedulian sosial pada beberapa siswa, dan penggunaan perangkat elektronik berlebihan yang mengganggu tidur. Meskipun peran guru aktif, dukungan konsisten dari orang tua di rumah belum optimal. Oleh karena itu, keberhasilan penuh gerakan ini sangat bergantung pada kolaborasi erat antara sekolah dan keluarga, serta upaya berkelanjutan dalam edukasi, pengawasan, dan teladan positif.
Copyrights © 2026