Fragmentasi lahan dan ekspansi perkotaan merupakan dampak dari perubahan tutupan lahan di suatu wilayah. Perluasan lahan terbangun sering memecah tutupan lain, membentuk fragmen-fragmen kecil yang tersebar dan terisolasi, sehingga mengganggu habitat dan menurunkan daya dukung lingkungan. Penelitian ini menggunakan citra satelit Landsat tahun 2004–2024 untuk mengklasifikasikan tutupan lahan dan menganalisis dinamika perubahan. Hasilnya menunjukkan peningkatan lahan terbangun secara konsisten, sementara lahan agrikultur dan terbuka mengalami perubahan dinamis. Sebaliknya, lahan hutan mengalami deforestasi signifikan yang memicu fragmentasi. Untuk menganalisis fenomena ini, digunakan pendekatan urban form metrics, Landscape Dynamics Typology (LDT), dan Landscape Expansion Index (LEI). Ditemukan bahwa fragmentasi lahan hutan terjadi merata, terutama di wilayah yang berbatasan dengan Metropolitan Jabodetabek. Pola ekspansi lahan terbangun di wilayah ini cenderung berupa edge expansion dan infilling (densifikasi), sedangkan wilayah non-Jabodetabek didominasi oleh edge expansion dan leap frogging, menunjukkan penyebaran pembangunan yang lebih acak.
Copyrights © 2026