Perusahaan sektor industri food and beverage menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan industri pengolahan nonmigas di Indonesia, dengan kontribusi yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menghadapi dinamika pasar dan persaingan bisnis yang kian ketat, penting bagi perusahaan dalam sektor food and beverage untuk menunjukkan kinerja keuangan yang kuat dan efisien agar tetap menarik bagi investor. Kinerja keuangan perusahaan tercermin dari rasio-rasio keuangan seperti rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas yang terdiri dari ROA, ROE, DAR, dan DER diyakini memiliki keterkaitan erat dengan return saham yang diterima investor. Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana pengukuran kinerja keuangan dapat mencerminkan kondisi fundamental perusahaan dan potensinya dalam hubungannya dengan return saham. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dengan ruang lingkup khusus pada perusahaan sektor food and beverage yang terdaftar di BEI selama dua tahun berturut-turut. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang diperoleh melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id). Teknik analisis data dilakukan dengan mengukur rasio keuangan yaitu DAR, DER ,ROA dan ROE, untuk menilai kinerja keuangan masing-masing perusahaan dalam hubungannya dengan return saham. Kinerja keuangan selama tahun 2023-2024 yang di ukur dengan rasio solvabilitas yang terdiri dari DAR sebanyak 7 perusahaan yang memenuhi standar industri dan DER sebanyak 11 perusahaan yang memenuhi standar industri. Rasio profitabilitas terdiri dari ROA sebanyak 1 perusahaan yang memenuhi standar industri dan ROE sebanyak 1 perusahaan yang memenuhi standar industri. Berdasarkan signaling theory perusahaan yang memenuhi standar industri akan memberikan sinyal positif bagi investor yang akan tercermin dari permintaan saham.
Copyrights © 2026