Pertumbuhan ekosistem belanja digital mendorong perubahan perilaku konsumen, termasuk pada penggunaan fitur pembayaran modern seperti Paylater. Tik Tok Shop sebagai platform social commerce menghadirkan kombinasi konten hiburan dan transaksi langsung yang memengaruhi pola minat beli pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana literasi keuangan, kualitas fitur layanan, dan pengguna PayLater berkontribusi terhadap minat beli konsumen pada TikTok Shop. Literasi Keuangan dipandang berkaitan dengan kemampuan individu mengelola risiko dan mempertimbangkan konsekuensi keuangan sebelum membeli. Di sisi lain, fitur layanan seperti kecepatan proses, kemudahan navigasi, serta kelengkapan informasi produk diyakini mampu meningkatkan kenyamanan berbelanja. PayLater menjadi variabel penting karena menawarkan fleksibilitas pembayaran yang dapat mendorong pembelian tanpa perencanaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan melalui pemyebaran kuesioner secara daring kepada pengguna Tik Tok Shop. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda untuk menilai pengaruh masing-masing variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan cenderung menurunkan minat beli, karena konsumen yang lebih paham risiko keuangan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Fitur layanan terbukti meningkatkan minat beli melalui pengalaman pengguna yang lebih nyaman dan efisien. Sementara itu, PayLater berpengaruh positif signifikan terhadap minat beli, yang menggambarkan bahwa kemudahan pembayaran tunda mempermudah konsumen untuk melakukan pembelian meskipun tanpa dana langsung. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi pemahaman perilaku konsumen di era social commerce serta menjadi acuan bagi pelaku industri dalam mengoptimalkan strategi layanan dan pembayaran digital secara lebih bertanggung jawab.
Copyrights © 2026