Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan bahan organik tanah pada berbagai penggunaan lahan dan kelas kemiringan lereng di Daerah Aliran Sungai (DAS) Wanggu, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian dilakukan pada tahun 2018 menggunakan metode survei lapangan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kombinasi penggunaan lahan dan kemiringan lereng. Penggunaan lahan yang diamati meliputi hutan, semak belukar, agroforestry, pertanian, dan pemukiman dengan kelas kemiringan lereng 0–8%, 8–15%, 15–25%, dan 25–40%. Analisis kandungan bahan organik tanah dilakukan menggunakan metode Walkley and Black. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan bahan organik tanah di DAS Wanggu berkisar antara 0,01% hingga 0,83% dan secara umum tergolong sangat rendah. Kandungan bahan organik tertinggi ditemukan pada penggunaan lahan hutan dengan kemiringan lereng 8–15% sebesar 0,83%, sedangkan nilai terendah terdapat pada penggunaan lahan pemukiman dengan kemiringan lereng 8–15% sebesar 0,01%. Penggunaan lahan hutan dan agroforestry memiliki kandungan bahan organik lebih tinggi dibandingkan pertanian dan pemukiman karena adanya vegetasi penutup yang mampu menyumbang bahan organik ke dalam tanah. Selain itu, peningkatan kemiringan lereng cenderung menurunkan kandungan bahan organik akibat meningkatnya potensi erosi. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan lahan berbasis konservasi untuk meningkatkan kualitas tanah di DAS Wanggu.
Copyrights © 2026