Davik Davik
Department Of Environmental Science, Faculty Of Forestry And Environmental Science, Halu Oleo University.

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KANDUNGAN BAHAN ORGANIK TANAH DI DAERAH ALIRAN SUNGAI WANGGU davik davik
Flobamora Biological Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan bahan organik tanah pada berbagai penggunaan lahan dan kelas kemiringan lereng di Daerah Aliran Sungai (DAS) Wanggu, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian dilakukan pada tahun 2018 menggunakan metode survei lapangan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kombinasi penggunaan lahan dan kemiringan lereng. Penggunaan lahan yang diamati meliputi hutan, semak belukar, agroforestry, pertanian, dan pemukiman dengan kelas kemiringan lereng 0–8%, 8–15%, 15–25%, dan 25–40%. Analisis kandungan bahan organik tanah dilakukan menggunakan metode Walkley and Black. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan bahan organik tanah di DAS Wanggu berkisar antara 0,01% hingga 0,83% dan secara umum tergolong sangat rendah. Kandungan bahan organik tertinggi ditemukan pada penggunaan lahan hutan dengan kemiringan lereng 8–15% sebesar 0,83%, sedangkan nilai terendah terdapat pada penggunaan lahan pemukiman dengan kemiringan lereng 8–15% sebesar 0,01%. Penggunaan lahan hutan dan agroforestry memiliki kandungan bahan organik lebih tinggi dibandingkan pertanian dan pemukiman karena adanya vegetasi penutup yang mampu menyumbang bahan organik ke dalam tanah. Selain itu, peningkatan kemiringan lereng cenderung menurunkan kandungan bahan organik akibat meningkatnya potensi erosi. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan lahan berbasis konservasi untuk meningkatkan kualitas tanah di DAS Wanggu.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK EVALUASI PENUTUPAN LAHAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI LASOLO Davik Davik; Baihaqi Baihaqi; La Baco Sudia; Kahirun Kahirun; Muhammad Rahmad Ramadhan
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14558

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan ekosistem kompleks yang terdiri dari unsur fisik, biologi, dan sosial yang saling berinteraksi dalam siklus hidrologi. Tutupan lahan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan hidrologi DAS dengan mempengaruhi infiltrasi air, limpasan permukaan, serta risiko erosi dan sedimentasi. Perubahan tutupan lahan yang tidak terkendali dapat menyebabkan degradasi lingkungan dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi alat yang efektif dalam memantau dan mengevaluasi perubahan penutupan lahan secara spasial dan temporal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan penutupan lahan di DAS Lasolo menggunakan pendekatan SIG dan metode Maximum Likelihood Classification (MLC) pada citra Landsat tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat klasifikasi utama tutupan lahan, yaitu hutan (572,81 ha), pertanian lahan kering (103,46 ha), pemukiman (84,70 ha), dan lahan terbuka (3,06 ha). Analisis akurasi menggunakan uji Kappa menunjukkan tingkat keandalan klasifikasi yang tinggi dengan nilai 87,38%, yang mengindikasikan tingkat kesesuaian yang sangat baik antara hasil klasifikasi dan kondisi lapangan. Selain itu, hasil analisis Persentase Penutupan Vegetasi (PPV) menunjukkan nilai 88,5%, yang dikategorikan sangat baik yang mencerminkan bahwa DAS Lasolo masih memiliki tingkat vegetasi yang tinggi. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa meskipun tutupan lahan yang sangat baik dalam wilayah DAS, faktanya daerah pemukiman bagian hilir selalu mengalami banjir. Oleh karena itu masih perlu dilakukan kajian variabel lainya di DAS Lasolo.
IVENTARISASI TUMBUHAN BIJI (SPERMATOPHYTA) DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SULAWESI TENGGARA davik davik
Flobamora Biological Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) melakukan inventarisasi tumbuhan spermatophyta di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara. (2) mengidentifikasi jenis tumbuhan serta keanekaragaman tumbuhan Spermatophyta yang terdapat di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, melibatkan survei eksploratif dengan mengamati morfologi dan karakterisrtik tumbuhan, didata dan dicatat. Tempat penelitian berada di Sekitar lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara. Alat yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah berupa Kamera untuk memotret Spesies yang ditemukan didaerah penelitian. Pengumpulan data dengan cara mengeksplorasi tumbuhan biji yang ada di sekitar tempat penelitian dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan mulai tanggal 8 sampai 10 Januari menujukkan identifikasi 10 Spesies tumbuhan spermatophyta yang mendominasi area kampus.
Spatial Assessment of Agroforestry Land Suitability in the Wanggu Watershed, Indonesia La Ode Muhammad Erif Erif; Kahirun; La Ode Siwi; Eka Rahmatiah Tuwu; Davik; La Gandri; Lucky Febriyanti; Vivi Fitriani
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 14 No. 2 (2026): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.014.2.284-296

Abstract

This study aimed to evaluate land suitability for spatial-based agroforestry development by explicitly identifying the key biophysical characteristics of the Wanggu Watershed, an urban–peri-urban watershed experiencing rapid land-use change due to urban expansion and agricultural activities. The assessment focused on critical terrain and hydrological attributes, including slope class, elevation percentage, and distance from rivers, which strongly influence land productivity, erosion risk, and agroforestry feasibility. A Geographic Information System (GIS)-based spatial analysis was applied using a Multi-Criteria Evaluation (MCE) approach. Spatial datasets derived from Digital Elevation Models (DEM), river networks, and land characteristics were classified into weighted parameters: slope (0–15%, 15–35%, >35%) and river buffer distance (0–500 m, 500–1000 m, >1000 m). Each parameter was scored and overlaid to generate the land suitability maps. Field verification was conducted at 40 sampling points across six sub-districts to ensure consistency between spatial modeling and actual biophysical conditions.The results revealed distinct spatial patterns of land suitability driven by topographic variations. Lowland areas with gentle slopes (0–15%) are predominantly classified as suitable for productive agroforestry systems, whereas moderately sloping areas (15–35%) require conservation-oriented agroforestry practices. Steep terrains (>35%), mainly located in upstream regions, are more appropriate for protection and for ecological rehabilitation. In terms of hydrological proximity, areas located 500–1000 m from rivers showed the highest suitability, whereas riparian zones require careful ecological management. Overall, approximately 65–70% of the watershed is categorized as “Suitable,” and 30–35% as “Moderate.”These findings demonstrate that integrating biophysical characteristics through GIS-based MCE provides a robust basis for agroforestry zoning, thereby supporting sustainable land management and watershed conservation strategies.