Kecamatan Kebayoran Baru merupakan salah satu wilayah dengan jumlah taman terbanyak di Jakarta Selatan, dan Taman Langsat menjadi salah satu ruang terbuka hijau yang dikelola oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta sebagai upaya penyediaan ruang hijau di kawasan perkotaan. Keterbatasan ruang terbuka hijau di Kota Jakarta menyebabkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang publik yang mampu mendukung fungsi ekologis sekaligus aktivitas sosial dan rekreasi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis sudut pandang pengguna untuk melengkapi kajian yang telah ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas Taman Langsat berdasarkan persepsi pengguna, mengetahui kelebihan dan kekurangan taman, serta menemukan potensi pengembangan taman agar lebih diminati masyarakat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dokumentasi, dan studi literatur. Responden penelitian merupakan pengunjung taman berusia minimal 12 tahun yang bersedia mengisi kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan teknik triangulasi untuk memperkuat validitas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Langsat diapresiasi karena memiliki lingkungan yang asri, nyaman, mudah diakses, aman, dan mendukung aktivitas sosial maupun rekreasi masyarakat. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan fasilitas olahraga, kondisi sanitasi, kurangnya tempat sampah, penataan area pedagang, serta perlunya peningkatan keamanan dan fasilitas edukatif berbasis digital seperti QR code pada koleksi vegetasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Taman Langsat memiliki potensi besar sebagai ruang terbuka hijau yang inklusif, edukatif, dan berkelanjutan, serta dapat menjadi referensi bagi pengelolaan taman kota yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat perkotaan.
Copyrights © 2026