Penelitian ini menginvestigasi disparitas tingkat penyaluran Dana Desa antarwilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2025, berfokus pada capaian realisasi 100% oleh KPPN Sumbawa Besar di tengah pengetatan regulasi baru. Penelitian bertujuan untuk menganalisis strategi manajerial proaktif yang mengakselerasi penyaluran tersebut dibandingkan KPPN lainnya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan KPPN Sumbawa Besar didorong oleh inisiasi administrasi yang lebih awal, pemantauan mingguan intensif, validasi rekening pre-emptive, implementasi penuh Cash Management System (CMS), dan program "Dana Desa Award". Secara teoretis, orisinalitas studi ini memperluas kerangka New Public Management (NPM) dan Teori Keagenan dengan membuktikan bahwa transformasi unit vertikal pusat dari sekadar kasir pasif menjadi penasihat keuangan aktif sangat efektif dalam memitigasi asimetri informasi dan moral hazard di tingkat daerah. Implikasi kebijakan dari penelitian ini merekomendasikan adopsi model komunikasi hibrida, sistem peringatan dini, serta ekosistem digital di seluruh instansi penyalur guna mengakselerasi pemerataan distribusi dana.
Copyrights © 2026