Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional. Salah satu sektor yang berkembang pesat adalah industri makanan berbasis pangan lokal, termasuk produk cilok (aci dicolok). Namun, permasalahan utama yang dihadapi UMKM adalah keterbatasan kapasitas produksi akibat penggunaan metode manual. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan mesin pencetak cilok sebagai solusi peningkatan produktivitas. Metode pengabdian meliputi studi literatur, observasi, serta uji coba langsung penerapan mesin pencetak cilok pada salah satu UMKM di Desa Labanasem, Banyuwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mesin pencetak dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 250% dibanding metode manual, dengan konsistensi ukuran produk yang lebih baik serta pengurangan biaya tenaga kerja sebesar 30%. Temuan ini memperkuat urgensi adopsi teknologi sederhana pada UMKM pangan untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2026