Penelitian ini menganalisis fenomena campur kode (code-mixing) dan alih kode (code-switching) dalam komunikasi masyarakat Gampong Tanjong Pineung, Seunuddon, Aceh Utara, dengan pendekatan sosiolinguistik. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan jenis dan faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya kedua fenomena kebahasaan tersebut dalam interaksi sehari-hari masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, simak bebas libat cakap (SBLC), rekam, dan catat. Data diperoleh dari tuturan remaja dan dewasa di lingkungan keluarga, Lingkungan remaja, warung kopi, dan kios. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 53 data tuturan, terdapat 40 data campur kode dan 13 data alih kode. Campur kode didominasi oleh jenis campur kode ke dalam (inner code mixing) sebanyak 35 data, diikuti campur kode campuran (hybrid) 3 data, dan campur kode ke luar (outer code mixing) 2 data. Sementara itu, seluruh data alih kode tergolong alih kode internal.. Kesimpulan penelitian mengungkap bahwa masyarakat Gampong Tanjong Pineung memiliki kompetensi kebahasaan yang dinamis dan adaptif, di mana penggunaan bahasa Aceh dan Indonesia bercampur atau berganti sesuai konteks sosial, hubungan interpersonal, dan kebutuhan komunikasi. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pemahaman dinamika bahasa dalam masyarakat bilingual serta menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan bahasa dan pendidikan di daerah.
Copyrights © 2026