Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam lingkungan akademik telah memicu perdebatan mengenai dampaknya terhadap kemampuan kognitif, khususnya pada mahasiswa Program Studi Sistem Informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan AI terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui metode narrative review. Dengan menyintesis literatur dari sepuluh sumber penelitian terkini, kajian ini mengeksplorasi hubungan antara intensitas penggunaan teknologi cerdas dengan enam dimensi berpikir kritis, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa penggunaan AI memberikan dampak yang ambivalen. Di satu sisi, AI bertindak sebagai katalisator efisiensi yang memperkuat kemampuan interpretasi dan eksplanasi mahasiswa dalam memproses data kompleks. Di sisi lain, terdapat risiko penurunan ketajaman evaluasi dan kemandirian intelektual apabila terjadi ketergantungan berlebihan yang bersifat pasif. Temuan kunci dalam penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital berperan sebagai variabel moderator yang krusial; mahasiswa dengan literasi digital tinggi mampu memanfaatkan AI sebagai mitra kolaboratif untuk memperdalam nalar, sedangkan literasi yang rendah cenderung memicu kemalasan kognitif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi AI di perguruan tinggi harus dibarengi dengan penguatan etika akademik dan pemahaman fundamental mengenai logika sistem. Sebagai saran, institusi pendidikan perlu merumuskan batasan penggunaan AI yang etis guna menjaga integritas intelektual mahasiswa di era otomatisasi cerdas.
Copyrights © 2026