Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dan persepsi masyarakat terhadap dampak lingkungan operasional RSU Tipe B di Kota Bogor. Peningkatan aktivitas rumah sakit berpotensi menimbulkan berbagai dampak lingkungan, seperti limbah medis, kebisingan, dan peningkatan lalu lintas yang dapat memengaruhi kualitas lingkungan permukiman masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional analitik terhadap 55 responden yang tinggal di sekitar RSU Tipe B di Kota Bogor. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dengan teknik stratified random sampling dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square melalui SPSS versi 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat dan persepsi masyarakat terhadap dampak lingkungan rumah sakit dengan nilai signifikansi sebesar 0,017 (p < 0,05). Mayoritas responden berada pada kelompok usia dewasa akhir hingga pra-lansia, didominasi oleh laki-laki, serta memiliki latar belakang pekerjaan yang beragam. Masyarakat dengan tingkat pengetahuan yang lebih baik cenderung memiliki persepsi yang lebih objektif terhadap risiko lingkungan rumah sakit. Oleh karena itu, peningkatan edukasi dan komunikasi lingkungan kepada masyarakat menjadi penting dalam mendukung pengelolaan lingkungan rumah sakit yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026