Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning, self-efficacy, serta interaksi keduanya terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment dan rancangan faktorial 2×3. Sampel penelitian terdiri dari 74 siswa kelas VII yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan komunikasi matematis dan angket self-efficacy, kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA dua arah setelah memenuhi uji prasyarat normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem Based Learning dan self-efficacy berpengaruh signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, serta terdapat interaksi antara keduanya. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel penelitian memberikan kontribusi yang kuat terhadap kemampuan komunikasi matematis. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran aktif perlu diintegrasikan dengan penguatan aspek afektif siswa untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.
Copyrights © 2026