Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan signifikan capaian literasi matematis antara siswa Indonesia dan Estonia dalam penilaian PISA selama satu dekade terakhir. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan fundamental antara kurikulum matematika di Indonesia dan Estonia serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan literasi matematis siswa di kedua negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis dokumen terhadap dokumen kurikulum nasional, laporan resmi PISA (2015-2022), serta literatur jurnal ilmiah lima tahun terakhir.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Estonia didorong oleh sistem sekolah tunggal yang menjunjung kesetaraan (equity), otonomi guru yang luas dengan kualifikasi akademik tinggi (Master), serta integrasi literasi digital yang matang. Sebaliknya, Indonesia masih menghadapi tantangan pada implementasi Kurikulum Merdeka yang cenderung prosedural dan disparitas kualitas pendidikan antarwilayah. Temuan ini mengimplikasikan bahwa peningkatan literasi matematis di Indonesia memerlukan redesain materi kontekstual dalam buku teks, penguatan strategi aktivasi kognitif oleh guru, dan pemerataan infrastruktur digital untuk mendukung penalaran matematis siswa.
Copyrights © 2026