Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21, namun masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tahapan Realistic Mathematics Education (RME) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis serta memetakan kecenderungan penelitian berdasarkan jenjang pendidikan, materi, desain penelitian, dan indikator berpikir kritis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 15 artikel terpilih yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tahapan RME, yaitu penyajian masalah kontekstual, proses matematisasi, diskusi interaktif, dan refleksi, secara konsisten mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Indikator yang paling dominan berkembang adalah interpretasi dan analisis, sedangkan aspek self-regulation masih relatif terbatas. Sebagian besar penelitian dilakukan pada jenjang SMP dengan desain eksperimen. Kajian ini memberikan sintesis komprehensif mengenai tahapan RME yang paling dominan dan efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa, sehingga dapat menjadi rujukan bagi guru dan peneliti dalam merancang pembelajaran yang lebih reflektif dan berorientasi pada penguatan aspek metakognitif. Secara keseluruhan, RME terbukti efektif, namun masih diperlukan penguatan pada tahap refleksi untuk mengoptimalkan perkembangan kemampuan berpikir kritis secara menyeluruh.
Copyrights © 2026