Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan di Indonesia. Tingginya angka kejadian DBD dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang kurang terjaga, rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan, serta belum optimalnya tindakan pencegahan penyakit. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran DBD yaitu melalui edukasi kesehatan dengan penerapan Gerakan 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi pencegahan DBD melalui tindakan 3M di lingkungan keluarga dan masyarakat berdasarkan hasil telaah dari 13 jurnal nasional tahun 2023–2026. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menelaah jurnal yang membahas edukasi kesehatan, Gerakan 3M Plus, pemberdayaan masyarakat, serta upaya promotif dan preventif dalam pencegahan DBD. Analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi, membandingkan, dan mengelompokkan hasil penelitian berdasarkan metode penelitian, populasi dan sampel, serta hasil penelitian yang diperoleh. Hasil telaah menunjukkan bahwa edukasi kesehatan melalui penyuluhan, demonstrasi, penggunaan leaflet, booklet, poster, video animasi, pelatihan kader jumantik, kerja bakti, dan pendekatan door to door dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam mencegah DBD. Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya penurunan angka kejadian DBD, penurunan House Index dan Container Index, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk. Penerapan Gerakan 3M secara rutin terbukti mampu mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, edukasi kesehatan mengenai tindakan 3M perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai salah satu upaya pencegahan DBD.
Copyrights © 2026