Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral dan spiritual peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran akan mencapai hasil yang lebih optimal apabila menggunakan model evaluasi yang tepat. Hal tersebut juga berlaku dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang di dalamnya memuat materi terkait nilai, sikap, dan praktik keberagamaan. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji berbagai model evaluasi yang relevan dan aplikatif dalam rangka mengevaluasi pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber tertulis, seperti buku, jurnal, dan dokumen akademik. Data dikumpulkan melalui studi literatur yang relevan untuk memahami konsep, teori, dan praktik evaluasi pembelajaran PAI. Hasil penelitian ini adalah menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Daniel Stufflebeam dapat digunakan dalam pengembangan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Model evaluasi tersebut mencakup empat aspek yaitu konteks, masukan, proses dan produk yang dapat dijadikan sebagai internal dalam melaksanakan pengembangan evaluasi pembelajaran pendidikan agama Islam. Evaluasi konteks dilakukan melalui analisis terhadap kurikulum yang diterapkan. Evaluasi input diarahkan untuk menentukan perencanaan, strategi, tujuan pembelajaran sekaligus menjadi dasar pertimbangan dalam mengambil keputusan ketika muncul hambatan dalam pelaksanaannya. Evaluasi proses berfokus pada pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam. Adapun evaluasi prodak menitikberatkan pada penilaian terhadap capaian hasil belajar peserta didik sebagai dampak dari penerapan pembelajaran PAI tersebut.
Copyrights © 2026