Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan global. Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan esensial abad ke-21 yang perlu diasah. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana kebutuhan siswa terhadap e-modul berbasis kearifan lokal dan pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning/PBL) pada materi fluida di SMAN 2 Pasaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model 4D, difokuskan pada tahap define yang mencakup analisis awal-akhir, karakteristik siswa, tugas, konsep, serta tujuan pembelajaran melalui survei, wawancara, kuesioner, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah dengan rata-rata 49%, dan mayoritas siswa memiliki gaya belajar visual sebesar 35,05%. Selain itu, 83,33% guru menyatakan kebutuhan yang sangat tinggi terhadap bahan ajar. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan e-modul fisika yang menarik dan interaktif berbasis kearifan lokal, dilengkapi dengan sintaks PBL dan soal evaluasi sesuai indikator berpikir kritis menurut Ennis (1996). E-modul tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa secara optimal.
Copyrights © 2026