Rendahnya konversi literasi keuangan syariah menjadi inklusi perbankan syariah menunjukkan bahwa perilaku menabung mahasiswa masih menjadi isu penting dalam akuntansi perbankan, khususnya pada pemanfaatan layanan digital yang akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh religiusitas, kepercayaan, dan persepsi manfaat sistem informasi akuntansi terhadap minat menabung mahasiswa di Bank Syariah Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif kausal terhadap 100 mahasiswa aktif Universitas Teknologi Sumbawa yang dipilih melalui purposive sampling. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert empat poin dan dianalisis dengan regresi linear berganda berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menabung (B = 0,289; p = 0,002), kepercayaan berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan (B = -0,139; p = 0,255), sedangkan persepsi manfaat menjadi variabel paling dominan dan berpengaruh positif signifikan (B = 0,434; p = 0,000). Model mampu menjelaskan 43,6% variasi minat menabung. Temuan ini menunjukkan bahwa minat menabung mahasiswa terutama dibentuk oleh manfaat praktis layanan dan nilai religius, sementara kepercayaan telah menjadi ekspektasi dasar, bukan faktor pembeda utama.
Copyrights © 2026