Kelompok Tani Sarroanging di Dusun Botong, Desa Bontomanai, Kabupaten Gowa, memiliki potensi besar dalam budidaya kopi Robusta, namun nilai tambah produk masih rendah karena sebagian besar hasil panen dijual dalam bentuk green bean kepada tengkulak. Selain itu, proses penyangraian yang masih manual menyebabkan mutu produk tidak konsisten, sementara pemasaran yang terbatas menghambat peningkatan pendapatan petani. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas, konsistensi mutu, dan nilai ekonomi kopi melalui pelatihan sangrai terstandarisasi berbasis informasi profil aroma electronic nose (e-nose) serta penguatan pemasaran digital dan branding produk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan 15 anggota kelompok tani dalam kegiatan sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan meliputi pengadaan mesin roasting semi otomatis, pelatihan teknik roasting, demonstrasi penggunaan e-nose sebagai media pembelajaran kualitas aroma, penerapan manajemen stok berbasis First In First Out (FIFO), serta pelatihan digital marketing dan pengembangan identitas merek Kopi Dusun Botong. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya kemampuan mitra dalam menerapkan proses sangrai yang konsisten, memahami hubungan profil aroma dengan kualitas kopi, serta mengelola produk secara lebih profesional. Di sisi pemasaran, program ditargetkan meningkatkan kapasitas promosi digital, memperluas akses pasar, meningkatkan jumlah pengikut media sosial, dan mendorong kenaikan volume penjualan kopi. Program ini diharapkan mampu menciptakan sistem produksi dan pemasaran kopi yang lebih berkelanjutan sehingga nilai tambah produk dan kesejahteraan petani dapat meningkat.
Copyrights © 2026