Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengembangan Media Presentasi Interaktif Semi Laboratorium Virtual pada Pokok Bahasan Listrik Dinamis Jushadi Arman Saz; Fadhila Alibas; Ahmad Yani; Nurhayati
Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol 1 No 1 (2015): VOLUME 1 JANUARI 2015
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang secara umum bertujuan untuk: (1) Mengembangkan bahan ajar Fisika/bahan bacaan siswa pada pokok bahasan listrik dinamis untuk SMA kelas X semester 2 dan (2) Mengembangkan produk perangkat pembelajaran Fisika berbasiskomputer berupa media presentasi interaktif semi laboratorium virtual untuk pembelajaran di kelas. Model pengembangan media yang digunakan adalah model R2D2, terdiri dari tiga tahap yaitu: (1) penetapan (define), (2) perancangan (design), pengembangan (develop) dan (3) diseminasi terbatas (disseminate). Penelitian ini dilaksanakan dijurusan Fisika, FMIPA Universitas Negeri Makassar mahasiswa S1. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif.Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis kesahihan media presentasi interaktif Semi Laboratorium Virtual pada pokok bahasan listrik dinamis. Media presentasi interaktif divalidasi oleh seorang pakar media pembelajaran dan dilakukan penilaian oleh praktisi yakni mahasiswa program pascasarjana (S2) yang berprofesi sebagai guru sebanyak 13 orang dan uji coba terbatas dilakukan pada mahasiswa jurusan fisika (S1) sebanyak 6 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media presentasi interaktif Semi Laboratorium Virtual meliputi penilaian validator (ahli dan praktisi) memberikan penilaian rata-rata 89,2 % untuk kulitas perangkat lunak dan 87,5 % untuk daya tarik, dan penilaian Untuk hasil penilaian oleh praktisi diperoleh rata-rata persentase untuk kepraktisan dan sistematika media presentasi interaktif adalah 88 % atau tergolong dalam kategori baik. Pada saat uji coba terbatas juga secara rata-rata diperoleh penilaian 82 % semua berada pada kategori baik. Hasil penilaian tersebut lebih tinggi dari standar penerimaan yang telah ditentukan yaitu 75,0%, hal ini menunjukkan bahwa perangkat lunak presentasi yang merupakan media pembelajaran yang diperuntukkan untuk Guru sebagai media presentasi interaktif Semi Laboratorium Virtual dalam melakukan pembelajaran di kelas, memenuhi kesahihan atau valid untuk digunakan sebagai media dalam pelaksanaan pembelajaran.
Pengaruh Temperatur Karbonisasi Terhadap Karakteristik Briket Berbasis Arang Sekam Padi Dan Tempurung Kelapa Nur Afrianah; Rustan Ruslan; Heri Rahmat Suryadi; Irmawati Amir; Al Irsyad; Jasruddin; Nurhayati
JFT : Jurnal Fisika dan Terapannya Vol 9 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jft.v9i2.25566

Abstract

The effects of carbonized temperature on the briket-based properties of rice husks and coconut shells. This study aims to determine the effects of carbonization on brique-based, rice husk and coconut shell which include water content, ash content, volatile matter content, and calorific value. The research method used in this study is purely experimental within a process of carbonization of rice husk divested by free variables at temperatures of 300°C, 400°C, and 500°C for 30 minutes and carbonized coconut shells with a constant variable temperature of 500°C for 2 hours. Measures of a rice chaff and coconut shell of 200 mesh. Making briquettes with fixed variables, namely the composition of rice husk charcoal: coconut shell charcoal = 1: 3 (5 g:15 g) and printed using a pressure of 99.91 kPa. Then do the testing of water content, ash content, volatile matter and heating value. Test results on each type of briquettes with variations in the temperature of 300°C rice husk carbonization and 500°C coconut shell, 400oC rice husk carbonization temperature and 500°C coconut shell and 500°C rice husk carbonization temperature and 500°C coconut shell temperature were respectively obtained for 0.78% water content , 0.56% and 0.41%, ash content of 42.40%, 35.50% and 32.70%, volatile matter of 26.19%, 24.92% and 24.38%, and calorific value amounted to 3381.70 cal/g, 4261.50 cal/g, and 4621.50 cal/g.
Correlation Between Learning Outcomes and Students' Science Process Skills in Class X Biology Material at SMA Negeri 9 North Luwu Dewi Kusumawati; Nurhayati; Hartati
Indonesian Journal of Biology Education Vol. 7 No. 1 (2024): INDONESIAN JOURNAL OF BIOLOGY EDUCATION
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the relationship between learning outcomes and students' science process skills in class X biology material at SMA Negeri 9 North Luwu. This type of research is descriptive correlational research. The population in this study were all class X students at SMA Negeri 9 North Luwu, with a research sample of 73 students. The data collection technique uses a scientific process skills observation sheet consisting of 10 aspects: observing, grouping, interpreting, predicting, asking questions, formulating hypotheses, planning experiments, using tools and materials, applying concepts, and communicating and testing learning outcomes. The data analysis used in this research is correlation analysis. The results of the research show that the learning outcomes of class Based on the research results, it was concluded that there is a strong and positive correlation between science process skills and student learning outcomes in environmental change material for class X SMA Negeri 9 North Luwu.
PERAN SIMBIOTIK BUDAYA DALAM MEMBENTUK PRAKTIK PENDIDIKAN YANG INKLUSIF Ismayanti; Nurhayati; Suci Nur Amanah; Hasruddin Nur
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inclusive education emphasizes equal access, participation, and respect for student diversity, including social, cultural, linguistic, and other background differences. In multicultural societies, culture plays a strategic role in shaping inclusive educational practices. This article aims to analyze the symbiotic role of culture in fostering inclusive education by examining the relationship between cultural values, learning strategies, and the development of inclusive learning environments. This study employs a qualitative approach using a literature review method, drawing on relevant national and international scholarly sources. The findings indicate that culture serves as a fundamental value base for inclusive education and maintains a symbiotic relationship with educational practices, in which education adapts to students’ cultural contexts while also transforming cultural values. The integration of local cultural values into curricula and learning processes enhances students’ motivation, participation, and character development. However, the implementation of culture-based inclusive education still faces challenges, such as the dominance of majority cultures, limited teacher competence, and insufficient policy support. Keywords: inclusive education, culture, cultural symbiosis, diversity
PKM Analisis Peran e-Nose Berbasis Machine Learning Untuk Mengatasi Kualitas dan Nilai Ekonomi Kopi Sangrai Kelompok Tani Sarro Anging Nasrul Ihsan; Ahmad Dahlan Dahlan; Laode Manarfah; Nurhayati; Muhammad Arief Fitrah Istiyanto Aslim
ARRUS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.abdiku4900

Abstract

Kelompok Tani Sarroanging di Dusun Botong, Desa Bontomanai, Kabupaten Gowa, memiliki potensi besar dalam budidaya kopi Robusta, namun nilai tambah produk masih rendah karena sebagian besar hasil panen dijual dalam bentuk green bean kepada tengkulak. Selain itu, proses penyangraian yang masih manual menyebabkan mutu produk tidak konsisten, sementara pemasaran yang terbatas menghambat peningkatan pendapatan petani. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas, konsistensi mutu, dan nilai ekonomi kopi melalui pelatihan sangrai terstandarisasi berbasis informasi profil aroma electronic nose (e-nose) serta penguatan pemasaran digital dan branding produk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan 15 anggota kelompok tani dalam kegiatan sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan meliputi pengadaan mesin roasting semi otomatis, pelatihan teknik roasting, demonstrasi penggunaan e-nose sebagai media pembelajaran kualitas aroma, penerapan manajemen stok berbasis First In First Out (FIFO), serta pelatihan digital marketing dan pengembangan identitas merek Kopi Dusun Botong. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya kemampuan mitra dalam menerapkan proses sangrai yang konsisten, memahami hubungan profil aroma dengan kualitas kopi, serta mengelola produk secara lebih profesional. Di sisi pemasaran, program ditargetkan meningkatkan kapasitas promosi digital, memperluas akses pasar, meningkatkan jumlah pengikut media sosial, dan mendorong kenaikan volume penjualan kopi. Program ini diharapkan mampu menciptakan sistem produksi dan pemasaran kopi yang lebih berkelanjutan sehingga nilai tambah produk dan kesejahteraan petani dapat meningkat.
PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DALAM PEMBELAJARAN FISIKA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK SMA NEGERI 21 MAKASSAR Nida Widanti; Nurhayati; Usman
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 3 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i3.3548

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif dengan metode pre-experimental yang bertujuan untuk mengetahui gambaran keterampilan berpikir kreatif peserta didik melalui penerapan Project Based Learning (PjBL) di SMAN 21 Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre-test post-test design. Sampel yang diteliti sebanyak 35 peserta didik kelas XI.6. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan berpikir kreatif berbentuk uraian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji N-Gain. Berdasarkan analisis tersebut diperoleh skor rata-rata keterampilan berpikir kreatif peserta didik sebelum penerapan PjBL adalah sebesar 4,77. Sedangkan skor rata-rata keterampilan berpikir kreatif peserta didik setelah penerapan PjBL adalah sebesar 7,46. Peningkatan skor rata-rata setelah penerapan PjBL yang diperoleh untuk setiap indikator keterampilan berpikir kreatif yaitu, kelancaran 17,85%, keluwesan 22,86% dan kebaruan 26,43%. Hasil uji N-Gain diperoleh nilai sebesar 0,37 yang berada pada kriteria sedang, hal ini menunjukkan terdapat peningkatan keterampilan berpikir kreatif peserta didik SMAN 21 Makassar setelah penerapan PjBL.   Kata Kunci : Project Based Learning, Keterampilan Berpikir Kreatif,      Fisika.   This study was quantitative research with methods pre-experimental which aims to find out the description of students' creative thinking skills through implementing Project Based Learning (PjBL) in class XI.6 SMAN 21 Makassar. The research design used isone group pre-test post-test design. The sample studied was 35 students in class XI.6. The research instrument was a test of creative thinking skills in the form of a description. The data analysis technique used was descriptive analysis and testing N-Gain. Based on this analysis, the average score of students' creative thinking skills before implementing PjBL was 4.77. Meanwhile, the average score of students' creative thinking skills after implementing PjBL was 7.46. The increase in the average score after implementing PjBL was obtained for each indicator of creative thinking skills, namely, fluency 17.85%, flexibility 22.86% and originality 26.43%. Test results N-Gain A score of 0.37 was obtained which was in the medium criteria, this shows that there has been an increase in the creative thinking skills of SMAN 21 Makassar students after implementing PjBL.  Keywords : Project Based Learning, Creative Thinking Skills, Physics
PENERAPAN PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS KASUS (CASE METHOD) TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL HOTS PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA SMA NEGERI 16 MAKASSAR Maerchy Puteri Lebang; Nurhayati; Muh.Saleh
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 20 No. 2 (2024): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v20i2.3692

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran kemampuan peserta didik dalam menyelsaikan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) setelah diajar menggunakan pembelajaran berbasis kasus. Penelitian ini adalah penelitian pre-experimental dengan desain One-Shot Case Study. Dimana pengumpulan data dilakukan dengan pemberian instrument tes kemampuan menyelesaikan soal HOTS peserta didik dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 35 peserta didik dari kelas XI MIPA 1. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menyelesaikan soal HOTS Fisika peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 16 Makassar yang diajar menggunakan metode pembelajaran berbasis kasus dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dalam materi OPTIK berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase sebesar 83,76%. Persentase skor ditinjau dari tiap indikator yaitu menganalisis, mengevaluasi dan mencipta, secara berturut-turut sebesar 80,5 %,80 %, dan 88,90 %.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PADA PEMBELAJARAN FISIKA SMA NEGERI 11 LUWU Muh. Rifaldi; Bunga Dara Amin; Nurhayati
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 20 No. 3 (2024): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v20i3.5298

Abstract

Telah dilakukan penelitian praeksperimen pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 11 Luwu yang bertujuan untuk mengetahui gambaran keterampilan berpikir kreatif sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran Pembelajaran Berbasis Proyek dan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kreatif belajar peserta didik sebelum dan setelah diterapkan model pembelajaran Pembelajaran Berbasis Proyek. Populasi penelitian ini sebanyak 210 peserta didik, dan sampel sebanyak 81 peserta didik. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes esai keterampilan berpikir kreatif pada materi pokok pemanasan global. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis taksiran rata-rata dan analisis uji N-gain. Dari hasil analisis deskriptif didapatkan rata-rata hasil sebelum perlakuan adalah 9,10 dengan standar deviasi 1,96 dan varians sebesar 2,87 dan hasil setelah perlakuan didapatkan rata-rata skor 11,94 dengan standar deviasi 1,95 dan varians sebesar 3,81. Analisis taksiran rata-rata didapatkan rata-rata populasi sebelum perlakuan sebesar 8,72<µ<9,47 dan setelah perlakuan sebesar 11,48<µ<12,4. Analisis uji N-gain didapatkan peningkatan keterampilan berpikir kreatif peserta didik sebesar 0,43 dan temasuk dalam kategori sedang. Kata Kunci : Pembelajaran Berbasis Proyek, Berpikir Kreatif, Pemanasan Global Pre-experimental research has been carried out on grade 11 students of SMA Negeri 11 Luwu which aims to determine the description of creative thinking skills before and after the Project Based Learning learning model is implemented and to determine the increase in students' creative thinking learning skills before and after the Project Based Learning learning model is implemented. The population of this study was 210 students, and the sample was 81 students. The research data was obtained by giving an essay test on creative thinking skills on the main topic of global warming. Data analysis techniques use descriptive analysis, average estimate analysis and N-gain test analysis. From the results of the descriptive analysis, the average score before treatment was 9.10 with a standard deviation of 1.96 and a variance of 2.87 and the results after treatment obtained an average score of 11.94 with a standard deviation of 1.95 and a variance of 3. 81. Analysis of the average estimates showed that the population average before treatment was 8.72<µ<9.47 and after treatment was 11.48<µ<12.4. Analysis of the N-gain test showed that students' creative thinking skills increased by 0.43 and were included in the medium category. Keywords : Project-based learning, Creative Thinking, Global Warming.
ANALISIS HASIL BELAJAR FISIKA KELAS XI DI SMA NEGERI 10 MAKASSAR Survita Dewi; Nurhayati; Bunga Dara Amin
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 20 No. 3 (2024): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v20i3.5303

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah, untuk mengetahui hasil belajar fisika kelas XI di SMA Negeri 10 tahun ajaran 2021/2022 khususnya pada materi gelombang pada masing-masing kelas serta menganalisa hasil belajar fisika berdasarkan gender. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan memberikan instrumen tes hasil belajar fisika pada seluruh peserta didik kelas XI di SMA Negeri 10 Makassar yang telah melalui validasi atau penilaian pakar. Variabel dalam penelitian ini adalah hasil belajar fisika pada materi gelombang. Populasi pada penelitian ini merupakan seluruh peserta didik kelas XI MIPA di SMA Negeri 10 Makassar tahun 2021/2022 yang berjumlah 252 peserta didik. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes hasil belajar fisika dalam bentuk soal pilihan ganda. Pengumpulan data dilakukan secara daring dengan menggunakan google form. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa 6,7% peserta didik berada pada kategori sangat rendah, 30,9% peserta didik berada pada kategori rendah, 39,9% peserta didik berada pada kategori sedang, 18,0 peserta didik berada pada kategori tinggi dan 4,5% peserta didik berada pada kategori sangat tinggi. skor rata-rata hasil belajar fisika peserta didik kelas XI MIPA di SMA Negeri 10 Makassar berada pada kategori sedang. Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki memiliki skor rata-rata hasil belajar sebesar 13,76 dan perempuan sebesar 13,26. Hal ini menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan keduanya berada pada kategori sedang. Kata Kunci : Fisika, Gender, Hasil Belajar This research is a survey research using a descriptive quantitative approach. The purpose of this study was to find out the results of learning physics in class XI at SMA Negeri 10 for the 2021/2022 school year, especially in wave material in each class and to analyze physics learning outcomes based on gender. Research data collection was carried out by giving physics learning outcomes test instruments to all class XI students at SMA Negeri 10 Makassar who had gone through expert validation or assessment. The variable in this study is the result of studying physics on wave material. The population in this study were all students in class XI MIPA at SMA Negeri 10 Makassar in 2021/2022, totaling 252 students. The research data were obtained by giving a physics learning achievement test in the form of multiple choice questions. Data collection was carried out boldly using Google Forms. Data analysis techniques using descriptive statistics. Based on the results of data analysis, it was found that 6.7% of students were in the very low category, 30.9% of students were in the low category, 39.9% of students were in the medium category, 18.0 students were in the high category and 4.5% of students are in the very high category. the average score of the physics learning outcomes of class XI MIPA students at SMA Negeri 10 Makassar is in the moderate category. Based on gender, men have an average score of 13.76 and women learning outcomes of 13.26. This shows that both men and women are in the medium category. Keywords : Physics, Gender, Learning Outcomes
PENERAPAN PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS XI SMA NEGERI 9 MAKASSAR Asiah Balqis; Nurhayati; Mutahharah Hasyim
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol. 21 No. 1 (2025): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v21i1.6051

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pra-esperimen yang bertujuan untuk mengetahui peran pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa di SMA Negeri 9 Makassar. Keterampilan proses sains merupakan salah satu ketermapilan penting bagi peserta didik khususnya pada pembelajaran saisn. Keterampilan ini menjadi landasan pembelajaran konstruktivis dalam bidang sains dan mampu membuat peserta didik mampau belajar sains secara mandiri. Subyek penelitian ini  adalah siswa kelas XI MIPA 4 yang terdiri dari 30 siswa. Indikator keterampilan proses sains yang diteliti meliputi mengamati, mengajukan pertanyaan, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan bahan, mengkomunikasikan, dan menafsirkan. Pembelajaran berbasis Inkuiri dilaksanakan dengan menggunakan 1) Orientasi; 2) Merumuskan masalah; 3) Merumuskan hipotesis; 4) Mengumpulkan data; 5) Uji hipotesis; dan 6) Menarik kesimpulan. Seluruh sintaks ini berkaitan erat dengan keterampilan proses sains sehingga penarapn Inkuiri akan berdampak positif terhadap keterampilan proses sains. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa indikator mengamati, mengajukan pertanyaan, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan bahan, mengkomunikasikan, dan menafsirkan masing-masing berturut-turut berada pada kategori tinggi dengan persentase 66,3% kategori tinggi dengan persentase 62%, kategori tinggi dengan persentase 72,3%, kategori tinggi dengan persentase 79,5%, kategori sedang dengan persentase 45,7%, dan kategori sedang dengan persentase 55,3%. Maka dapat disimpulkan bahwa secara rata-rata skor keterampilan proses sains siswa setelah diajar dengan menggunakan pembelajaran fisika berbasis inkuiri ialah berada pada kategori tinggi. Kata Kunci : Pembelajaran Berbasis Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses Sains A research with Pre-experiment design has been conducted to analyze the description of science process skills of SMA Negeri 9 Makassar students after being taught using inquiry-based learning. The inquiry-based learning used in this study is guided inquiry. The subjects of this study were students of class XI MIPA 4 consisting of 30 students. The indicators of science process skills studied include observing, asking questions, proposing hypotheses, using tools and materials, communicating, and interpreting. The results of descriptive analysis showed that the indicators of observing, asking questions, proposing hypotheses, using tools and materials, communicating, and interpreting each successively were in the high category with a percentage of 66.3%, high category with a percentage of 62%, high category with a percentage of 72.3%, high category with a percentage of 79.5%, medium category with a percentage of 45.7%, and medium category with a percentage of 55.3%. So it can be concluded that on average the score of students  science process skills after being taught using inquiry-based physics learning is in the high category. Keywords : Guided Inquiry-Based Learning,  Science Process Skills.