Penelitian ini mengeksplorasi dinamika kompleks dalam gaya berpakaian remaja Muslimah di Indonesia, yang terbentuk oleh interaksi antara tuntutan syariat Islam dan pengaruh ekspresi visual dari algoritma media sosial seperti TikTok dan Instagram. Melalui analisis mendalam, penelitian ini mengungkap bagaimana platform digital tersebut menciptakan estetika baru tentang “busana Muslimah ideal” melalui mekanisme echo chamber, yang memperkuat tren fesyen modest yang berfokus pada aspek visual. Hal ini berdampak pada pemahaman remaja terhadap prinsip-prinsip fiqh busana, seperti satr al-aurat, ghair kasyif, ghair mujassam, dan larangan tabarruj, sambil mendorong peningkatan konsumerisme dan kecemasan tubuh. Lebih lanjut, konten yang dikurasi algoritma ini mengalihkan perhatian dari ketaatan syariat menuju keinginan akan pengakuan sosial dan tren estetika global. Namun, penelitian ini juga menyoroti potensi media sosial sebagai sarana dakwah digital yang efektif untuk mendidik remaja tentang busana syar‘i dengan cara yang kreatif dan menarik. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menekankan pentingnya harmonisasi antara tren fesyen dan syariat melalui peningkatan literasi digital, penguatan pendidikan fiqh, dukungan dari keluarga dan lembaga pendidikan, serta intervensi psikososial yang membantu remaja Muslimah membentuk identitas visual yang indah namun tetap selaras dengan nilai-nilai syariat. Dengan pendekatan ini, diharapkan remaja dapat menavigasi dunia digital dengan bijak, menjaga keseimbangan antara ekspresi diri dan kepatuhan agama
Copyrights © 2026