Disrupsi teknologi menuntut transformasi metode pembelajaran konvensional menuju ekosistem digital. Namun, tenaga pendidik di SMPN 1 Kalianda masih menghadapi kendala rendahnya kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam mengembangkan media ajar mandiri, meskipun 80% siswa telah memiliki perangkat smartphone. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menjembatani kesenjangan tersebut melalui pelatihan pembuatan aplikasi edukatif berbasis Android menggunakan platform no-code Kodular. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahapan utama: persiapan awal, In-House Training (IHT) untuk asimilasi konsep UI/UX, dan lokakarya praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi pedagogis-teknologis yang terukur secara signifikan. Pemahaman peserta melonjak dari ketiadaan literasi dasar (baseline 0%) menjadi capaian skor rata-rata evaluasi 90 dari 100 poin. Selain itu, 70% peserta terbukti berhasil mengintegrasikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ke dalam arsitektur prototipe aplikasi yang fungsional. Meskipun dihadapkan pada tantangan kelebihan kapasitas peserta dan rendahnya literasi komputasional dasar, pendekatan pendampingan adaptif terbukti efektif memitigasi hambatan tersebut. Sebagai luaran keberlanjutan program, inisiasi Komunitas Praktisi Guru Digital berhasil dibentuk guna memastikan adopsi media ajar inovatif secara berkesinambungan.
Copyrights © 2026