Desa Wisata Jaboi, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh, memiliki potensi ekowisata signifikan berupa kawasan geothermal aktif, hutan tropis, pantai berpasir putih, dan kolam air panas alami. Namun, destinasi ini belum memiliki brand identity yang kuat sehingga daya saingnya belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis segmentasi, penargetan, dan positioning (STP) wisatawan sebagai dasar perumusan strategi pengembangan destinasi berbasis masyarakat (community-based tourism). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi pengelola desa wisata, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, serta wisatawan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa segmen paling potensial adalah kelompok usia 20–35 tahun dengan motivasi ekowisata dan petualangan alam. Positioning yang dirumuskan adalah “Surga Geothermal Autentik di Ujung Barat Indonesia” dengan tagline “Di Sini, Bumi Bernapas”. Strategi pengembangan mencakup lima pilar: pengembangan produk wisata berbasis pengalaman, pemberdayaan UMKM lokal, pemasaran digital terintegrasi, peningkatan kapasitas SDM, serta manajemen lingkungan berbasis komunitas. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan praktis bagi pemerintah daerah, pengelola desa wisata, dan komunitas lokal dalam mengembangkan pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026