Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan problem solving murid pada pembelajaran IPAS yang masih didominasi oleh pembelajaran konvensional dan kurang memberikan kesempatan bagi murid untuk berpikir kritis serta melakukan penyelidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap kemampuan problem solving murid kelas V pada pembelajaran IPAS. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen dan jenis nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari 24 murid sebagai kelas eksperimen dan 21 murid sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan problem solving berbasis indikator Polya. Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Inkuiri Terbimbing terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan problem solving murid dengan nilai signifikansi sebesar 0,024 (<0,05). Rata-rata nilai kelas eksperimen meningkat dari 72 menjadi 87, sedangkan kelas kontrol dari 71 menjadi 80. Nilai N-Gain sebesar 0,5722 menunjukkan kategori sedang dengan tingkat efektivitas sebesar 57,21%. Dengan demikian, model Inkuiri Terbimbing terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan problem solving murid kelas V pada pembelajaran IPAS.
Copyrights © 2026