Penelitian ini membahas perancangan typeface “Nago Besaung” sebagai bentuk adaptasi motif kain songket Lepus Penuh khas Palembang. Motif ini dipilih karena nilai filosofis dan historisnya yang tinggi, namun saat ini jarang ditemukan di masyarakat. Penulis menerapkan metode Design Thinking yang terdiri dari lima tahapan: Emphatize, Define, Ideate, Prototype, Test. Dalam perancangan, element motif naga dan bunga pada kain songket diolah menjadi bentuk huruf digital melalui stilisasi dan penggunaan software desain. Typeface yang dihasilkan diharapkan dapat memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya Palembang secara modern. Proses digitalisasi dilakukan dengan menggunakan Adobe Illustrator dan Fontlab 8 untuk menghasilkan font dalam format Open Type Font (OTF). Hasil akhir menunjukkan bahwa typeface ini dapat digunakan sebagai media visual yang efektif dalam pelestarian budaya lokal.
Copyrights © 2026