Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelajar dalam menggunakan bahasa Indonesia baku dan bahasa gaul secara tepat sesuai konteks komunikasi. Kegiatan dilaksanakan pada pelajar sekolah menengah di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, dengan melibatkan 32 peserta. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah tingginya penggunaan bahasa gaul dalam komunikasi sehari-hari, terutama melalui media sosial, yang berdampak pada rendahnya kesadaran siswa dalam membedakan ragam bahasa formal dan informal. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, diskusi interaktif, analisis contoh penggunaan bahasa gaul, latihan mengubah bahasa informal menjadi bahasa Indonesia baku, serta refleksi penggunaan bahasa dalam konteks sekolah dan media sosial. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 56,25% pada pre-test menjadi 84,38% pada post-test. Selain itu, peserta mulai mampu mengidentifikasi perbedaan penggunaan bahasa gaul dan bahasa baku, memahami konteks penggunaan bahasa yang sesuai, serta menyusun contoh kalimat formal berdasarkan ungkapan informal yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Luaran kegiatan ini berupa peningkatan literasi berbahasa peserta, materi sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia baku dan bahasa gaul secara kontekstual, serta rekomendasi bagi sekolah untuk membina budaya berbahasa yang santun, kreatif, dan sesuai konteks. Kegiatan ini menunjukkan bahwa bahasa gaul tidak harus dipandang sebagai ancaman, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai media edukatif untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Copyrights © 2026