Manajemen belanja siswa merupakan bagian penting dalam pembentukan perilaku keuangan yang sehat sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab konflik dalam pengelolaan belanja siswa serta mengidentifikasi solusi yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur dari berbagai jurnal dan buku relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab konflik meliputi rendahnya literasi keuangan, pengaruh gaya hidup konsumtif, tekanan teman sebaya, serta kurangnya pengawasan dari orang tua dan sekolah. Adapun solusi yang dapat dilakukan antara lain melalui edukasi literasi keuangan, pembiasaan pencatatan keuangan, serta kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter finansial siswa. Dengan pengelolaan yang baik, siswa diharapkan mampu mengontrol pengeluaran dan memiliki perilaku keuangan yang bertanggung jawab.
Copyrights © 2026