Peningkatan produksi buah salak di Desa Pulus berdampak pada tingginya timbunan limbah kulit salak yang memicu permasalahan lingkungan sekitar. Padahal, limbah ini mengandung antioksidan tinggi yang berpotensi diolah menjadi produk fungsional bernilai jual seperti teh herbal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pemanfaatan limbah kulit salak menjadi teh herbal serta menganalisis dampaknya terhadap peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat melalui inovasi zero waste. Metode pelaksanaan program meliputi tahapan sosialisasi, edukasi partisipatif, dan demonstrasi interaktif kepada kelompok tani serta ibu-ibu PKK, yang dievaluasi melalui kuesioner pre-test, post-test, dan observasi kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat secara signifikan dalam mengolah limbah sisa panen menjadi produk teh kemasan siap konsumsi berskala industri rumahan. Partisipasi aktif ini juga dinilai efektif mereduksi timbunan limbah organik di area perkebunan. Disimpulkan bahwa program ini berhasil mentransformasi paradigma warga untuk menciptakan peluang ekonomi sirkular yang mandiri. Oleh karena itu, disarankan agar dilakukan uji laboratorium lanjutan untuk mengidentifikasi senyawa spesifik antioksidan serta mengoptimalkan desain kemasan agar produk memiliki daya saing komersial yang lebih tinggi di pasar
Copyrights © 2026