Pemberdayaan kader peduli hipertensi bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan peran kader sebagai fasilitator kesehatan serta agen perubahan perilaku masyarakat. Pendekatan holistik dilakukan melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGAKU) yang ditata di rumah dan teknik akupresur yang sederhana, aman, serta mudah diterapkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan kader melalui edukasi dan pelatihan di wilayah kerja Puskesmas Citeureup menggunakan desain eksperimen one group pretest–posttest dengan 36 responden. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap. Hasil menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan dari 65 (kategori kurang) menjadi 85 (kategori baik), serta keterampilan dari 58 menjadi 84. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000). Dengan demikian, kader mampu secara mandiri memberikan perawatan pada lansia sebagai upaya pencegahan hipertensi melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga dan akupresur.
Copyrights © 2026