Lebih dari separuh remaja yang melakukan upaya bunuh diri memiliki riwayat self-harm. Secara global, bunuh diri menjadi salah satu penyebab utama kematian pada remaja dan anak muda. Rentannya remaja melakukan self-harm dapat terjadi karena masa remaja merupakan periode perkembangan yang krusial, dimana ditandai dengan pencarian jati diri, fluktuasi emosi, dan meningkatnya tekanan sosial. Psikoedukasi tentang kesehatan mental dan self-harm serta praktik art therapy pada gen Z memiliki dampak positif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai upaya preventif untuk mengurangi perilaku self-harm pada Gen Z. Perilaku self-harm yang umumnya muncul sebagai bentuk coping mechanism jangka pendek terbukti tidak efektif dan berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang berupa luka fisik maupun kerusakan permanen. Hasil pre-test dan post-test pada 30 peserta membuktikan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai bahaya self-harm, pemahaman terhadap cara mengidentifikasi emosi negatif, serta alternatif strategi preventif untuk mengelola tekanan psikologis. Temuan ini memperkuat bukti bahwa art therapy dapat menjadi intervensi yang efektif dan aplikatif dalam menurunkan kecenderungan perilaku self-harm pada kalangan remaja dan mahasiswa Gen Z.
Copyrights © 2026