Jurnal Ilmu Lingkungan
Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026

Efisiensi Penyisihan Kekeruhan pada Paket IPA dengan Sedimentasi Continuous Discharges Flow (CDF) pada Debit Desain dan Uprating

Ridwan Ridwan (Department of Environmental Engineering, Universitas Andalas, Kota Padang Sumatera Barat)
Reri Afrianita (Department of Environmental Engineering, Universitas Andalas, Kota Padang Sumatera Barat)
Reski Anggika (Department of Environmental Engineering, Universitas Andalas, Kota Padang Sumatera Barat)
Fajri Dwi Arya (Department of Environmental Engineering, Universitas Andalas, Kota Padang Sumatera Barat)
Viorin Fergessi (Department of Environmental Engineering, Universitas Andalas, Kota Padang Sumatera Barat)
Latifa Tri Kartika (Department of Environmental Engineering, Universitas Andalas, Kota Padang Sumatera Barat)
Aisyah Maulida R (Department of Environmental Engineering, Universitas Andalas, Kota Padang Sumatera Barat)



Article Info

Publish Date
11 Jun 2026

Abstract

Sistem penyediaan air minum yang berkelanjutan membutuhkan pembaruan teknologi uprating pada bangunan pengolahan air minum (BPAM) sebagai alternatif yang efisien untuk meningkatkan debit produksi di tengah keterbatasan anggaran pembangunan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan mengembangkan paket BPAM yang mengintegrasikan bak sedimentasi metode Continuous Discharge Flow (CDF) dengan bak filtrasi untuk mengukur kinerja penyisihan kekeruhan air baku pada debit desain 240 L/jam serta debit uprating 360 L/jam) dan 480 L/jam. Paket BPAM yang diteliti terdiri dari unit koagulasi sistem terjunan, unit flokulasi dengan sistem sekat, unit sedimentasi metode CDF, dan unit filtrasi media tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun debit operasional ditingkatkan secara signifikan, mutu air hasil olahan relatif tetap stabil dan konsisten memenuhi baku mutu. Efisiensi penyisihan kekeruhan pada bak sedimentasi berada pada rentang 93,53% hingga 95,71%, sedangkan pada bak filtrasi mencapai efisiensi yang lebih tinggi, yaitu 96,46% hingga 98,72%. Selain performa kualitas, sistem ini mampu beroperasi pada waktu detensi yang jauh lebih singkat, yaitu berkisar antara 33,8 hingga 44,8 menit, dibandingkan dengan kriteria desain perencanaan konvensional. Kebaruan pada penelitian ini terletak pada integrasi unit sedimentasi metode CDF dengan unit filtrasi yang terbukti mampu dalam mempertahankan baku mutu kualitas air minum pada kondisi uprating hingga kapasitas ganda. Sistem ini berpotensi menjadi alternatif solusi teknis yang aplikatif dalam pengembangan infrastruktur air minum perkotaan yang lebih efisien.

Copyrights © 2026