Journal of Food System and Agribusiness (JoFSA)
Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026

Analisis Tantangan dan Strategi Penguatan Rantai Nilai Agroindustri Kopi Rakyat Kalibaru

Kamalia Fikri (Universitas Jember)
Wachju Subchan (Universitas Jember)
Imam Mudakir (Universitas Jember)
Iis Nur Asyiah (Universitas Jember)
Jekti Prihatin (Universitas Jember)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2026

Abstract

Agroindustri kopi rakyat di Kalibaru, Banyuwangi, memiliki potensi besar sebagai pusat kopi spesialitas berbasis ekonomi hijau, namun pengembangannya belum optimal akibat lemahnya keterpaduan antar pelaku dalam rantai nilai serta keterbatasan kapasitas teknis dan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan strategi pengembangan agroindustri kopi skala kecil di Kalibaru, Banyuwangi. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan model studi kasus, melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan sembilan informan kunci yang mewakili tiga tingkatan rantai nilai: petani (hulu), roaster (tengah), dan pengusaha UMKM (hilir). Analisis data dilakukan secara interaktif dan diperkuat dengan analisis SWOT kuantitatif menggunakan matriks IFE dan EFE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat hulu, tantangan utama meliputi penggunaan bibit lokal tanpa peremajaan, teknik budidaya dan pascapanen yang masih tradisional, serta ketergantungan pada cuaca dalam proses pengeringan. Pada tingkat tengah, roaster menghadapi keterbatasan peralatan grading dan lemahnya koordinasi kelembagaan sehingga mutu bahan baku tidak seragam. Sementara itu, pada tingkat hilir, hambatan utama berupa pemasaran yang masih konvensional, rendahnya literasi digital, keterbatasan legalitas usaha, dan lemahnya branding produk. Hasil analisis SWOT menunjukkan skor IFE sebesar 2,9 dan EFE sebesar 2,88 dengan koordinat X = –0,135 dan Y = 0,32 yang menempatkan agroindustri kopi Kalibaru pada kuadran strategi WO (turnaround). Kondisi ini mengindikasikan bahwa peluang eksternal seperti tren specialty coffee, dukungan kebijakan ekonomi hijau, dan transformasi digital cukup besar, namun masih perlu diimbangi dengan penguatan kapasitas internal. Strategi pengembangan difokuskan pada penguatan kelembagaan berbasis kolaborasi multi-pihak (triple helix), modernisasi teknologi pascapanen, standardisasi mutu dan sertifikasi produk, serta digitalisasi pemasaran.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JFA

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Economics, Econometrics & Finance Environmental Science Social Sciences

Description

JoFSA focus publishes articles on Food Systems and Agribusiness. The food system includes all the availability, access, and distribution in feeding a population involve farming, distribution, supply, marketing, and retail ...