Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi; 1) Gambaran sosial sensing dalam mendeteksi secara dini kejadian banjir di Kota Makassar, 2) Pemanfaatan teknologi sosial sensing yang telah dilakukan untuk pendekatan dan respon cepat terhadap bencana banjir di Kota Makassar, 3) Kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasi teknologi sosial sensing. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, yang didukung oleh analisis kuantitatif sederhana. Data primer dikumpulkan dari unggahan, komentar, dan geotag pengguna Instagram, sedangkan data sekunder diperoleh dari wawancara dengan staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar dan dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosial sensing melalui Instagram efektif digunakan sebagai deteksi dini banjir, terlihat dari pemanfaatan geotag, komentar, dan waktu unggahan yang mampu menggambarkan wilayah terdampak secara cepat dan real-time. Informasi yang dibagikan masyarakat, termasuk bukti visual seperti foto dan video, turut mempercepat proses identifikasi titik banjir baru dan mendukung peningkatan respons di lapangan. Meskipun demikian, pemanfaatan sosial sensing masih menghadapi sejumlah keterbatasan, terutama terkait verifikasi dan keakuratan informasi, seperti kesulitan mengukur ketinggian air hanya melalui dokumentasi visual. Oleh karena itu, data yang diperoleh dari laporan masyarakat tetap memerlukan validasi langsung di lapangan sebelum digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan operasional dalam penanganan banjir.
Copyrights © 2026