cover
Contact Name
feri padli
Contact Email
ijag@unm.ac.id
Phone
+628114607200
Journal Mail Official
ijag@unm.ac.id
Editorial Address
Kampus Gunungsari Baru, Jl. A.P. Pettarani Makassar 90222
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Applied Geography
ISSN : 30256070     EISSN : 30256070     DOI : -
Indonesian Journal of Aplied Geography (E-ISSN: 3025-6070) is a peer-reviewed journal published by Social Science Education program, Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Makassar. IJAG provides open access to the principle that research published in this journal is freely available to the public to support the exchange of knowledge globally. IJAG published two issue articles per year namely February and August. IJAG provides a place for academics, researchers, and practitioners to publish scientific articles. Each text sent to the IJAG editor is reviewed by peer review. Starting from Vol. 1 No. 1 (August, 2023), all manuscripts sent to the Indonesian Journal of Aplied Geography editor are accepted in Indonesia or English. The scope of the articles listed in this journal relates to various topics, including: Education Geography, Social Geography, Tourism Geography, Political Geography, Population Geography, Soil Geography, Environmental Science, Hydrology, Oceanography, Meteorology, Climatology, Geomorphology, Geology, Biogeography, Geographic Information Systems, Remote Sensing, Cartography, Regional Planning and Development, Climate Change.
Articles 20 Documents
DAMPAK PENUTUPAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) BINUANG TERHADAP KELESTARIAN LINGKUNGAN DI KECAMATAN WONOMULYO KABUPATEN POLEWALI MANDAR Fadillah, Nur; Said, Muh; Sakmawati, Sakmawati
xxxx-xxxx
Publisher : Indonesian Journal of Applied Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to: 1) Describe the closure of the Binuang Final Disposal Site (TPA). 2) Analyze the impact of the closure of TPA Binuang on environmental sustainability in Wonomulyo District. 3) Identify solutions arising from the closure of TPA Binuang. The research used a qualitative descriptive method with the research location in Wonomulyo District. Data collection procedures included observation, interviews, and documentation. The data sources were primary and secondary data. Primary data were obtained from observations and interviews, while secondary data were obtained from documents, archives, and documentation. The results of this study indicate that: 1) The closure of the Binuang TPA was carried out based on a regional government decision in response to community demands and environmental considerations, so since December 21, the TPA has officially ceased operations. 2) The impact of the TPA Binuang closure on environmental sustainability in Wonomulyo District includes significant environmental pollution in the form of waste accumulation at various points disrupting community activities and damaging environmental aesthetics. Additionally, community resistance emerged due to the lack of effective waste management solutions. 3) Solutions resulting from the closure of TPA Binuang recommend collaboration between the government and the community to develop a sustainable waste management system to preserve the environment in Wonomulyo District, Polewali Mandar.
KAPASITAS MASYARAKAT KOTA MAKASSAR TERHADAP BENCANA KEBAKARAN Padli, Feri
xxxx-xxxx
Publisher : Indonesian Journal of Applied Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana kebakaran merupakan ancaman signifikan di kawasan perkotaan, terutama di wilayah padat penduduk dengan infrastruktur yang rentan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas masyarakat kota Makassar dalam menghadapi bencana kebakaran, mencakup aspek pengetahuan, kesiapsiagaan, dan infrastruktur pendukung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode survei yang melibatkan 120 responden dari wilayah yang rawan kebakaran. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% masyarakat memiliki pengetahuan dasar tentang penyebab kebakaran, namun hanya 25% yang pernah mengikuti pelatihan kebakaran, dan 20% yang memiliki alat pemadam api ringan (APAR). Infrastruktur pendukung seperti hydrant hanya tersedia di 50% wilayah, sementara jalur evakuasi yang memadai hanya ada di 20% kawasan. Kendala lain mencakup akses jalan yang sempit, waktu respons pemadam kebakaran yang lambat, dan minimnya pemanfaatan teknologi, seperti alat deteksi asap atau aplikasi pelaporan kebakaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kapasitas masyarakat kota dalam menghadapi bencana kebakaran masih rendah. Untuk meningkatkan kesiapan dan mitigasi, diperlukan langkah-langkah strategis seperti edukasi rutin, peningkatan infrastruktur, pembentukan kelompok siaga bencana, dan adopsi teknologi modern. Sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak kebakaran di kawasan perkotaan.
TOLERANSI MASYARAKAT TERHADAP PENCARI SUAKA DI KECAMATAN TAMALANREA KOTA MAKASSAR Atiqah, Sukma -; Balkis, Syarifah
xxxx-xxxx
Publisher : Indonesian Journal of Applied Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran, faktor dan dampak toleransi masyarakat terhadap pencari suaka di kecamatan tamalanrea kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa (1) gambaran toleransi masyarakat terhadap pencari suaka di kecamatan tamalanrea kota makassar terdiri dari empat indikator yaitu memberikan kebebasan dan kemerdekaan, mengakui hak setiap orang, menghormati keyakinan orang lain dan adanya sikap saling mengerti dimana semua indikator ini diterapkan dengan baik oleh masyarakat tamalanrea terhadap para pencari suaka. (2) faktor penghambat toleransi masyarakat terhadap pencari suaka di kecamatan tamalanrea kota Makassar disebabkan oleh munculnya perasaan saling curiga karena pencari suaka merupakan hal yang baru bagi masyarakat, perbedaan mayoritas dan minoritas dimana masyarakat lokal lebih diutamakan daripada para pencari suaka di segi pelayanan karena pencari suaka memiliki batasan-batasan dan prosedur tersendiri yang telah diatur oleh pemerintah. (3) dampak toleransi msyarakat terhadap pencari suaka di kecamatan tamalanrea kota Makassar yaitu timbulnya kebudayaan baru, namun yang mengalami hal tersebut adalah para pencari suaka karena keadaannya yang minoritas dan sebagai pendatang sehingga para pencari suaka berusaha menyesuaikan diri dengan baik serta mempelajari budaya masyarakat seperti Bahasa Indonesia dan Bahasa khas orang makassar.
ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BENCANA BANJIR DI KOTA MAKASSAR DENGAN PEMANFAATAN GOOGLE EARTH ENGINE Rayhan, Ahmad; Arfandi, Arfandi
xxxx-xxxx
Publisher : Indonesian Journal of Applied Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flooding is one of the natural disasters that often occurs in many cities around the world, including in Makassar City, Indonesia. Flooding can be caused by various factors, such as high rainfall, poor drainage systems, and uncontrolled land use change. The impact of flooding can be very detrimental, both in terms of economic and social, including property losses. this research was conducted using a quantitative descriptive method which aims to describe the results of observations, proving the results of the analysis of the level of flood vulnerability by utilizing the Goole earth engine. Flood-prone areas are areas that from a physical and climatological point of view have the possibility of flood disasters within a certain period of time and have the potential to cause natural damage. Areas that have soil with poor water absorption, or rainfall that exceeds the soil's ability to absorb water. When heavy rains occur, there will be sudden flooding caused by the filling of dry drains with water. The zoning of the level of flood vulnerability in Makassar City is divided into 4, namely very vulnerable, vulnerable, less vulnerable, and not vulnerable. In general, Makassar City is included in the flood-prone class with physical characteristics, namely being in an area with a flat topography of 0-71 meters above sea level, rainfall amount of 2000 - 3000 mm / year, with a vegetation density of 0 to 5 meters, and a fairly low infiltration rate.
Pelestarian Hutan Mangrove di Dermaga Tanarajae Desa Bonto Manai, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep Arfandi, Arfandi; Rusdi, Rusdi; Marsanda, Suci Andriani
xxxx-xxxx
Publisher : Indonesian Journal of Applied Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Tanarajae Pier in Bonto Manai Village, Pangkep Regency, is a coastal area with extensive mangrove forests along the shoreline. This area has become a focus for several institutions dedicated to mangrove planting activities. Mangrove forests thrive in tidal regions and offer significant ecological and economic benefits, such as carbon sequestration, coastal protection, and habitat provision for marine life. This study aims to examine the conservation efforts of mangrove forests at Tanarajae Pier, identify the types of mangroves planted, and evaluate their functions and benefits for the local community. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews with local residents and officials, as well as direct observations. The results indicate that the mangrove species present at Tanarajae Pier include Rhizophora stylosa, Sonneratia, Rhizophora apiculata, and Avicennia. These mangrove forests serve crucial roles as habitats for marine life, protect against coastal erosion, and support ecotourism initiatives, thereby enhancing community income. The most effective period for mangrove planting is between March and August, accompanied by regular monitoring to ensure optimal growth. The primary challenge in conservation is the presence of waste, which obstructs the growth of mangroves. Effective waste management strategies and increased public awareness about the importance of maintaining a clean environment and the benefits of mangroves are essential for the success of conservation efforts. This study underscores the need for integrated conservation practices to sustain and enhance the ecological and economic benefits provided by mangrove forests at Tanarajae Pier.
ADAPTASI KULTURAL MASYARAKAT LOKAL TERHADAP BUDAYA ASING : STUDI KASUS DI KAMPOENG KARST RAMMANG-RAMMANG KECAMATAN BONTOA, KABUPATEN MAROS Wahdaniar, Wahdaniar; Rusdi, Rusdi; Zulfadli, Muhammad
xxxx-xxxx
Publisher : Indonesian Journal of Applied Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk; 1) Untuk mengetahui interaksi masyarakat lokal terhadap wisatawan asing.2) Untuk mengetahui bagaimana masyarakat lokal beradaptasi dengan budaya asing. 3) Untuk mengetahui dampak dan tantangan  yang dirasakan masyarakat lokal yang disebabkan oleh banyaknya wisatawan asing dengan bebagai latar belakang budaya yang berbeda dengan budaya mereka. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini  dilakukan dengan keknik observasi, wawancara langsung, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Masyarakat lokal Kampoeng Karst Rammang-Rammang menjalin interaksi aktif dengan wisatawan asing dalam bentuk transaksi ekonomi dan pertukaran budaya. Meskipun terdapat kendala komunikasi, khususnya dalam penggunaan bahasa asing, masyarakat berusaha menyesuaikan diri secara bertahap. 2) Adaptasi yang dilakukan meliputi peningkatan kemampuan berbahasa asing, penyesuaian sikap sosial, serta pemeliharaan nilai-nilai budaya lokal. Di sisi lain, masyarakat juga menunjukkan sikap selektif terhadap budaya asing, dengan menolak secara halus perilaku atau kebiasaan yang dianggap bertentangan dengan norma lokal. 3) Dampak pariwisata dirasakan secara ekonomi maupun sosial budaya: ekonomi masyarakat meningkat, namun tantangan terhadap kelestarian budaya dan kebersihan lingkungan juga muncul. Dengan demikian, adaptasi kultural yang dilakukan mencerminkan upaya masyarakat dalam mempertahankan identitas budaya di tengah arus globalisasi pariwisata.
IDENTIFIKASI ZONASI POTENSI AIR TANAH DI WILAYAH KEKERINGAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Rusdi, Rusdi
xxxx-xxxx
Publisher : Indonesian Journal of Applied Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The drought disaster that has hit Indonesia in recent years has caused several regions to experience drought impacts. Laikang Village is one of the villages affected by drought with limited water availability and clean water. Groundwater is one of the potential clean water that can be used to meet these needs. This study aims to find out the zoning of groundwater potential in Laikang Village and the factors that affect it. This research utilizes data using the Geographic Information System method. The results of this study show that the zoning of groundwater potential in Laikang Village consists of four categories: the Very Low Groundwater Potential Zone covers 2.01 hectares (0.12%), the Low Groundwater Potential Zone covers 1093.79 hectares (66.91%), the Medium Groundwater Potential Zone covers an area of 428.09 hectares (26.19%), and the High Groundwater Potential Zone covers 110.83 hectares (6.78%). Low-potential zones dominate this region.
TRADISI PATTAUTOANG ASSARE DI DESA BUNGUNGLOE KECAMATAN TURATEA KABUPATEN JENEPONTO Syam, Fani Adriani; Zulfadli, Muh
xxxx-xxxx
Publisher : Indonesian Journal of Applied Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Bagaimana gambaran eksistensi makna simbolik Tradisi Pattautoang Assare bagi masyarakat Di Desa Bungungloe Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto. 2) Bagaimana dinamika sosial ekonomi masyarakat dengan adanya Tradisi Pattautoang Assare Di Desa Bungungloe Kecamatan Turaea Kabupaten Jeneponto. Jenis penelitian yang digunakan oleh peniliti adalah kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data melalui, dokumentasi, observasi, dan wawancara. Proses pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti diantaranya: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Bagaimana gambaran eksistensi makna simbolik Tradisi Pattautoang Assare bagi masyarakat Di Desa Bungungloe Kecamatan Turatea   Kabupaten Jeneponto. Eksistensi dari tradisi Pattautoang Assare ini dianggapa baik juga oleh masyarakat karna masih banyak yang ingin menjalankan tradisi ini. Makna simbolik tradisi Pattautoang Assare adanya sebuah parang yang dipercayai oleh sebagian masyarakat bahawa parang parang tersebut dapat menyembuhkan penyakit. 2) Bagaimana dinamika sosial ekonomi masyarakat dengan adanya Tradisi Pattautoang Assare Di Desa Bungungloe Kecamatan Turaea Kabupaten Jeneponto. Berdasarkan dari hasil penelitian jika dilihat dari sisi ekonomi masyarakat tidak ada yang berubah, tetapi jika dilihat dari sisi soasialnya maka ketika menjalankan tradisi Pattautoang Assare akan menambah ikatan tali silaturahmi, karna semua keluarga berkumpul di tempat menjalankan tradisi.
PEMANFAATAN RUMAH ADAT AMMATOA SEBAGAI LABOLATORIUM ALAM DALAM PEMBELAJARAN IPS DI MTsN 1 BULUKUMBA Ulki, Andi Miftahul Jannah
xxxx-xxxx
Publisher : Indonesian Journal of Applied Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1).Mengetahui gambaran rumah adat ammatoa sebagai labolatorium alam dalam pembelajaran IPS di MTsN 1 Bulukumba. 2).Mengetahui upaya pengembangan rumah adat ammatoa sebagai labolatorium alam dalam pembelajaran IPS di MTsN 1 Bulukumba. 3).Mengetahui pemanfaatan rumah adat ammatoa sebagai labolatorium alam dalam pembelajaran IPS di MTsN 1 Bulukumba. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deksriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti diantaranya: observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Proses pengumpulan data yang dilakukan peneliti diantaranya: reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan.
Transformasi Nilai-Nilai Sosial Dalam Budaya Masyarakat Era Teknologi Informasi Di Desa Paladang Kabupaten Enrekang Ramlah, Adhe Irma; Ashar, Muhammad; Padli, Feri; Falihin, Dalilul
xxxx-xxxx
Publisher : Indonesian Journal of Applied Geography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to: 1). Knowing the social values in the culture of society in the information technology era, 2). Knowing what consequences arise from changes in society's social values in the era of information technology, 3). Knowing how to defend culture from the influence of technology The results of this research show that: 1). The socio-cultural values that exist are mutual cooperation in cleaning the yard, mutual cooperation in cleaning the sidewalk, mutual cooperation in cleaning the mosque, cooperation in various matters, mutual help, solidarity, harvest festivals, sipulung culture and kabo marassi culture. 2). The positive consequences that arise are making communication easier, making it easier to get information and making work or activities easier. Meanwhile, the negative impacts that arise are reduced interaction, addiction to playing games and the emergence of foreign cultures. 3). Efforts are made to maintain culture. Teaching culture to the younger generation, preserving culture and limiting the use of technology.

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2023 2025


Filter By Issues
All Issue