Kajian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan sistematis terhadap faktor determinan segmentasi pasar kuliner bakso di Kota Malang melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Analisis dilakukan terhadap 34 literatur terpilih dalam rentang waktu 2021–2026 yang mencakup baksom malang, studi kasus usaha kecil manengah, perilaku konsumen, dan inovasi teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa segmentasi pasar bakso Malang telah bertransformasi dari pasar tradisional yang homogen menjadi ekosistem yang sangat terdiferensiasi. Temuan utama mengidentifikasi empat dimensi utama yaitu : psikografis, perilaku digital, ekonomi, dan inovasi produk. Faktor psikografis menempatkan bakso sebagai identitas kultural dan medium interaksi sosial, sementara dimensi digital melahirkan segmen konsumen baru yang berbasis pada ulasan media sosial dan platform pengiriman daring. Secara ekonomi, harga dan lokasi tetap menjadi variabel dominan bagi segmen konsumen sadar anggaran (budget-conscious). Selain itu, adopsi teknologi vacuum packaging ditemukan sebagai strategi untuk memperluas jangkauan pasar menuju segmen pangan dalam bentuk frozen food yang berskala nasional. Kesimpulan dari hasil kajian adalah bahwa keberlanjutan industri bakso Malang sangat bergantung pada integrasi narasi warisan budaya (heritage) dengan inovasi teknologi digital. Implikasi praktis dari penelitian ini merekomendasikan para pelaku usaha kecil menengah untuk melakukan diversifikasi produk dan digitalisasi pemasaran guna mempertahankan keunggulan kompetitif di tengah dinamika preferensi konsumen yang semakin kompleks. Kata Kunci: Segmentasi Pasar, Bakso Malang, Perilaku Konsumen, Wisata Gastronomi.
Copyrights © 2026