Transformasi meditasi dari akar spiritual Buddhis menuju instrumen pedagogi sekuler menandai pergeseran paradigma yang signifikan dalam upaya mengurangi stres dan tantangan akademik pada pendidikan modern. Ditengah popularitasnya yang berada dititik puncak, karya ilmiah yang tersedia masih terlihat terpecah. Tidak sinkronnya menajam pada perdebatan mengenai sejauh mana adaptasi budaya diperlukan, serta bagaimana implikasi etis dari proses tersebut seharusnya dikelola dengan tanggung jawab. Temuan ini mengupas secara komphrehensif melalui metode Systematic Literature Review dan menggunakan kualitatif deskriptif. Analisis ini juga menggunakan analisis komparatif dengan gap analysis literatur kontemporer dan teks Pali Society. Hasil kajian menunjukan meditasi berdampak positif yang holistik terhadap fokus kognitif, resiliensi emosional, perilaku prososial, secara tidak langsung mendukung prestasi akademik. Namun, dominasi pendekatan sekuler minim kualifikasi pendidik memunculkan komodifikasi yang mereduksi mindfulness yang hanya menjadi alat pengendali ketertiban kelas atau pemacu produktivitas, sehingga mengurangi esensi moral dan filosofis aslinya. Kesimpulannya, untuk mencegah reduksi etis diperlukan pergeseran paradigma menuju model integratif yang menyelaraskan validasi neurosains Barat dengan integritas nilai spiritual Timur. Penelitian ini menyarankan pentingnya penningkatan kompetensi pendidik dan perlunya penerapan studi longitudinal untuk mengevaluasi keberlanjutan transformasi siswa.
Copyrights © 2026