Perkembangan teknologi kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, telah membawa perubahan mendasar dalam pola belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan gambaran intensitas penggunaan ChatGPT di kalangan mahasiswa, (2) mendeskripsikan gambaran hasil belajar mahasiswa, dan (3) menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan ChatGPT dengan hasil belajar mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif Universitas Negeri Jakarta semester genap 2024/2025, dengan sampel 120 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner intensitas penggunaan ChatGPT (25 butir, skala Likert 1–5, α = 0,891) yang mencakup empat dimensi: frekuensi, durasi, kedalaman interaksi, dan tujuan penggunaan; serta data hasil belajar berupa Indeks Prestasi Semester (IPS). Uji prasyarat meliputi uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji linearitas. Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan: (1) rata-rata skor intensitas penggunaan ChatGPT sebesar 82,45 (kategori sedang-tinggi), (2) rata-rata IPS mahasiswa sebesar 3,28 (kategori baik), dan (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara intensitas penggunaan ChatGPT dengan hasil belajar mahasiswa (r = 0,612; r tabel = 0,179; p = 0,000 < 0,05) dengan koefisien determinasi sebesar 37,4%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan ChatGPT secara terstruktur, terarah, dan kritis berkontribusi positif terhadap pencapaian akademik mahasiswa.
Copyrights © 2026