ABSTRAKKedelai edamame merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang memiliki prospek pasar luas baik domestik maupun ekspor. Meningkatnya minat terhadap budidaya edamame di Indonesia menunjukkan adanya peluang agribisnis yang menjanjikan, terutama seiring dengan meningkatnya permintaan ekspor, sehingga berpotensi untuk dikembangkan secara luas. Namun, penurunan luas panen kedelai nasional masih terjadi meskipun diiringi peningkatan produktivitas, sehingga total produksi masih mengalami penurunan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya analisis kelayakan finansial guna mendukung pengembangan komoditas edamame secara berkelanjutan melalui pendekatan rasio R/C dan B/C di UPTD Balai Benih Pertanian, Bantul. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan petani, serta data sekunder dari instansi terkait. Analisis yang digunakan meliputi perhitungan Revenue Cost (R/C) dan Benefit Cost (B/C) ratio. Hasil penelitian kelayakan finansial usahatani edamame dinyatakan sangat baik dengan nilai rasio R/C sebesar 3,46 (>1) menunjukkan bahwa setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan mampu menghasilkan Rp 3,46 penerimaan. Dan nilai rasio B/C sebesar 2,48 (>1) yang artinya setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp 2,48.
Copyrights © 2026