Permasalahan pembuangan air limbah domestik menjadi tantangan utama pada rumah-rumah sederhana di Indonesia, terutama yang berupa rumah susun sewa (rusunawa). Hal ini juga terjadi di Rusunawa Sombo, Surabaya, yang pada akhirnya menimbulkan dampak pada lingkungan dan kualitas hidup penghuni rusunawa tersebut. Pengolahan limbah cair berupa grey water yang kurang baik, kapasitas septic tank yang terbatas, serta sistem drainase yang tersumbat mencerminkan kondisi pengelolaan air limbah yang belum optimal di rusunawa ini. Oleh karenanya, penting untuk dilakukan evaluasi guna mendapatkan perbaikan ke depan. Evaluasi dan solusi terhadap permasalahan air limbah ini dilakukan menggunakan pendekatan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya nomor 6 dan 11 tentang air bersih, sanitasi, dan kota berkelanjutan. Metode pengumpulan data dalam evaluasi ini dilakukan secara kualitatif melalui studi kepustakaan, wawancara semi-terstruktur, dan observasi lapangan. Untuk wawancara dilaksanakan dengan melibatkan penghuni rusunawa. Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman penghuni, serta minimnya dukungan infrastruktur dan edukasi, menjadi kendala utama pengolahan air limbah di lingkungan rusunawa. Dari analisis data, diusulkan solusi arsitektural untuk memperbaiki pengelolaan limbah di Rusunawa Sombo berupa penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sederhana. Sistem IPAL ini juga diusulkan untuk mendapatkan dukungan dana pemerintah, dan perlu dilengkapi dengan kegiatan yang mengedukasi warga untuk dapat menerapkan pengelolaan berkelanjutan.
Copyrights © 2026