Pengembangan agribisnis jagung memerlukan pemahaman integratif terhadap tiga sistem utama: geosistem, sosiosistem, dan ekosistem. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik ketiga sistem tersebut dalam konteks agribisnis jagung di Kabupaten Ciamis. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data primer melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan FGD, serta data sekunder dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa geosistem Ciamis didominasi dataran alluvial hingga perbukitan bergelombang dengan ketinggian 100-800 mdpl, jenis tanah andosol, latosol, dan aluvial yang berasal dari material vulkanik Gunung Galunggung, serta kesesuaian lahan tergolong sesuai hingga sangat sesuai untuk jagung. Sosiosistem menunjukkan karakteristik pelaku dengan rata-rata umur 46,67 tahun, pendidikan 8,25 tahun, pengalaman usaha 14,23 tahun, motivasi cukup (57,64%), dan kosmopolitan tinggi (60,20%). Ekosistem dicirikan oleh sumber air bervariasi (air hujan 65%, irigasi 20%), pola tanam didominasi monokultur (70%), rantai pasok masih dikuasai tengkulak (70%), serta ancaman OPT seperti penggerek batang dan ulat grayak. Simpulan penelitian ini adalah bahwa agribisnis jagung Kabupaten Ciamis berada pada fase transisi, didukung oleh fondasi alamiah yang kuat dan keterbukaan terhadap inovasi, namun terhambat oleh keterbatasan struktural dan dominasi praktik konvensional.
Copyrights © 2026