Sastra kontemporer saat ini bergeser dari ekspresi imajinatif murni menuju karya berbasis riset, namun proses integrasi data ilmiah ke dalam teks fiksi berisiko menimbulkan distorsi informasi. Sayangnya, kajian sastra terdahulu cenderung memisahkan aspek estetika dengan validitas empiris, sehingga formula tekstual dalam menjaga akurasi data sains dalam fiksi belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi data ilmiah spesies Phalaenopsis Amabilis dalam novel Aroma Karsa karya Dee Lestari melalui verifikasi silang parameter taksonomi untuk menguji derajat akurasi substansi keilmuannya dalam teks fiksi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif interdisipliner dengan teknik analisis isi komparatif, yang membandingkan data literatur botani otoritatif dengan satuan lingual dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa transformasi data dilakukan melalui strategi stilistika yang presisi, meliputi simile, metaforisasi, antropomorfisme, deskripsi sensoris, dan mistikasi. Dee Lestari berhasil melakukan dekonstruksi data ilmiah yang kaku menjadi narasi estetis, sekaligus menggeser fungsi tanaman dari sekadar latar menjadi penggerak plot (plot device). Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kritik sastra interdisipliner dengan membuktikan, bahwa akurasi ilmiah dapat menjadi katalisator kekayaan diksi dalam sastra. Rekomendasi penelitian ini mendorong penulis fiksi untuk memperkuat riset saintifik dan menyarankan pendidik memanfaatkan sastra berbasis riset sebagai bahan ajar interdisipliner (TPACK) untuk meningkatkan literasi sains dan biodiversitas bagi mahasiswa di era digital.
Copyrights © 2026