Dokumen digital membutuhkan mekanisme autentikasi dan integritas yang andal untuk memastikan keaslian penandatangan dan ketidakubahan isi setelah distribusi. Penelitian terdahulu umumnya hanya mengandalkan satu algoritma tanda tangan utama (DSA atau RSA secara terpisah) tanpa lapisan verifikasi tambahan pada RSA-PSS, sehingga terdapat gap pada model implementasi yang menggabungkan keduanya untuk mendeteksi pemalsuan isi, penggantian QR Code, dan penggunaan secret code tidak sah dalam satu alur terintegrasi. Selain itu, profil waktu eksekusi komponen kriptografi dan non-kriptografi pada implementasi PDF berbasis desktop belum diukur secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengimplementasikan skema tanda tangan digital DSA-RSA-PSS berbasis SHA-256 pada dokumen PDF menggunakan Python; (2) mengukur waktu eksekusi tiap komponen kriptografi (hashing, signing DSA, signing RSA-PSS) dan non-kriptografi (render PDF, deteksi QR Code) pada variasi dokumen 5 hingga 20 halaman; dan (3) mengevaluasi ketahanan sistem terhadap empat skenario keamanan. Dalam alur yang diusulkan, SHA-256 menghasilkan hash dokumen, DSA membentuk tanda tangan utama, dan RSA-PSS menambahkan lapisan verifikasi kedua yang disisipkan ke dalam QR Code. Hasil menunjukkan dokumen asli berhasil diverifikasi, sementara dokumen dengan secret code salah, perubahan isi, atau QR Code yang dimodifikasi berhasil ditolak. Rata-rata waktu hashing 0,0018 detik, signing DSA 0,0014 detik, signing RSA-PSS 0,0028 detik, dan render PDF menjadi beban terbesar sebesar 0,863 detik (±43,27% dari total proses). Kontribusi utama adalah prototipe verifikasi PDF offline yang mengintegrasikan deteksi pemalsuan isi, penggantian QR Code, dan validasi secret code dalam satu alur kerja. Penerapan produksi masih memerlukan integrasi Certificate Authority dan pengelolaan kunci berbasis Public Key Infrastructure.
Copyrights © 2026