Artikel ini membahas tentang Analisis Sirkulasi Disabilitas Pada Halte Trans Semarang Di Balai kota Semarang. Pada halte trans semarang di balaikota ini ramai akan pengguna baik untuk transit antarkoridor maupun naik dan turun bagi pengguna, yang menyebabkan pada pagi dan sore hari terjadi penumpukan. Pada bangunan halte harus memiliki standar yang sesuai terutama bagi kenyamanan dan aktivitas disabilitas, berdasarkan hal tersebut, penelitian ini memfokuskan pada sirkulasi disabilitas pada halte. Di mana metode ini, peneliti melihat secara langsung bagaimana sirkulasi disabilitas, dan mengukur serta mencocokkan dengan standar sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14/PRT/M/2017 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 27 Tahun 2015. Dari sini kemudian dianalisis sehingga menemukan bahwa dari halte ini terdapat beberapa faktor yang tidak sesuai dengan standar yang ada, sehingga menyebabkan kurangnya kenyamanan pengguna khususnya disabilitas.
Copyrights © 2025