Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) berperan penting dalam ketahanan pangan. Permasalahan dalam budidaya kacang merah di antaranya disebabkan oleh kondisi tanah yang kurang subur dan penggunaan pupuk kimia berlebihan. Tanah yang tidak subur mengakibatkan kekurangan mineral esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan optimal tanaman. Upaya menunjang hasil kacang merah yang optimal dapat dilakukan dengan pemberian pupuk bakteri fotosintesis dan pembenah tanah berupa pasir Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk bakteri fotosintetis dan pembenah tanah pada kacang merah. Penelitian dilakukan di Desa Pegalongan, Kabupaten Banyumas. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap faktorial. Faktor pertama adalah pupuk bakteri fotosintetis yang meliputi C0 (kontrol), C1 (50 ml/2l), dan C2 (100 ml/2l), dan perlakuan pembenah tanah M0 (kontrol), M1 (100 g/polibag), dan M2 (150 g/polibag). Perlakuan diulang tiga kali dan dianalis menggunakan analisis varian (anova). Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) (α=5%) untuk menganalisa perbedaan perlakuan. Parameter yang diamati meliputi berat segar tanaman, indeks luas daun, berat segar akar, berat kering akar, dan berat kacang merah/satuan luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi kedua perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Aplikasi pupuk bakteri fotosintesis meningkatkan indeks luas daun, tetapi tidak berpengaruh terhadap parameter lainnya. Pemberian pembenah tanah pasir Malang menunjukkan peningkatan nyata pada berat segar tanaman, tetapi tidak berpengaruh nyata pada indeks luas daun, berat akar segar, berat akar kering, dan berat/satuan luas.
Copyrights © 2026