Ketidakseimbangan antara permintaan dan produktivitas cabai rawit diduga karena adanya kendala pada karakteristik lahan yang menghambat pertumbuhan tanaman. Perlu dilakukan evaluasi kesesuaian lahan cabai rawit untuk mengidentifikasi faktor-faktor pembatas pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan, serta mengidentifikasi faktor pembatas utama yang mempengaruhinya. Analisis dilakukan berdasarkan data sifat fisik dan kimia tanah pada enam satuan peta lahan (SPL), yang meliputi parameter data sifat tanah (pH H₂O, N-total, P₂O₅, K₂O, KB, C-organik) dan faktor lingkungan (suhu, curah hujan, drainase, tekstur). Penilaian kelas kesesuaian lahan dilakukan dengan mengacu pada petunjuk teknis evaluasi lahan untuk komoditas pertanian tanaman cabai. Secara aktual, banyak satuan lahan berada pada kelas N/S3 karena pH rendah, KB rendah, dan hara makro terbatas, beberapa lokasi juga dibatasi drainase dan tekstur. Melalui pengapuran, penambahan bahan organik, pemupukan berimbang, perbaikan drainase dan wind breaker kelas meningkat menjadi S1. Pembatas kimia-fisik lahan bersifat dapat diperbaiki, pengelolaan kesuburan spesifik lokasi dan pengaturan air yang konsisten diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan produktivitas cabai rawit di Batu Mandi.
Copyrights © 2026